Enam tahun BZ

Enam tahun

Tingginya sudah 117 cm, sedikit lagi sama dengan uninya yang kelas empat SD. Baru akan selesai TK B yang ke sekolah hanya diujung-ujung setelah hampir selesai, tahun depan sudah “certified” untuk masuk SD. Pecinta play hard dan study hard.

Yap, 6 tahun BZ, Bang Ziyad, hanya satu parameter psikologi yang masih di bawah standar untuk masuk SD, social relation. Ya gimana, saat dia seharusnya mulai bersosialisasi, pandemic Covid 19 lansung menghentikan.

Generasi wifi, seluk beluk permainan perang-perangan, balap motor, ninja-ninjaan di laptop dan di HP khatam dia, ya kami memberi ruang untuk bermain gaget diantara sekolah, mengaji, latihan taekwondo dan bergelut sama uni-uninya.

Amazing dan ni’mat terkira buat Mamanya, bahkan dari saat sebelum lahir dan “monas”nya sudah terlihat, sampai saat ini. Model baju, sepatu, bahkan sampai gaya rambut pun mamanya punya guiding. Tapi realistis dan logis tetap dengan Yandanya, menjadi “lelaki” yang tumbuh dalam cinta perempuan-perempuannya, pas seperti Yandanya dulu.

Mengikuti tumbuh kembangnya ni’mat tak terkira, mulai dari bulat menggemaskan, kemudian berlahan mulai tumbuh, memanjang. Mulai dari semua kata di tambah “tan iyad”, sampai sekarang sudah bisa berdebat dan tidak mau disalahkan. Suka berteman, tapi sampai masih sangat susah mengingat nama, ini juga sebelas duabelas dengan Yandanya, tidak mudah mengingat nama.

Tidak bisa kena marah, akan lansung berlinang air mata, bahkan dengan perubahan aura muka saja. Apalagi dengan mamanya, yang kadang jail, sengaja mau melihat bibir anak bujangnya keriting. Cuma kena peluk, serta merta cerah kembali datang. Si lelaki lembut yang sayang mama. Memang harus begitu bang, kita lelaki milik hakiki mama kita.

Tumbuh dengan dua uninya, kadang kalau sudah habis sabar, uninya berubah jadi “target” sebutan untuk samsak taekwondonya. Dulu, diajak main boneka pun hayo, tapi sekarang sudah tidak mau. Dulu yandanya main tamiya, sekarang sepenuh rumah hot wheel bertebaran, punya dia.

Bang, tumbuhlah terus. Hatimu, fisikmu, jiwamu. Yanda dan mama akan fasilitasi itu semua. Ikhtiar dengan pendidikan jalannya. Sebaik yang kami bisa. Rumah yang akan selalu menjadi penenangmu, kelak kalau dunia sudah kau hadapi. Belajarlah jadi raja di rumah dulu, sebelum kelak kau menjadi pemimpin dalam hidupmu.

Kita lelaki, apa makna lelaki buat yanda? Mengulang kaji saat kau hadir di dunia, kita lelaki harus bisa hidup di kaki kita sendiri dan harus bisa menjaga wanita-wanita kita, sebaik usaha yang kita punya. Kau akan jadi pembela wanita-wanitamu kelak, u Tati, U tita, mama, mami, bunda, ummi’ dan semua wanita yang memberi kau rona cinta.

Dirgahayu lelaki Mama…

Taman Safari, 13 Nov 2021 #HUTenamBZ.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s