Bandung diujung atau tengah pandemi?

Kawah Putih

Setelah beberapa waktu tidak ke Bandung dan tepat seminggu setelah berpulangnya dengan indah Walikota Bandung, Kang Oded. Pas juga liburan anak-anak serta pas lagi Bunda dan Pa Ido (adik saya nomor dua dan suami), sedang liburan di Bogor, kami ke Bandung.

Tujuan pertama dari Bogor adalah Kawah Putih Ciwidey. Start 9.30 Sabtu, dari Soka 2, lancar. Tol BORR, jagorawi, JORR, tol layang MBZ, sampai Cipularang dan keluar di tol Soreang, tak ada hambatan, pas dengan libur natal, sepi. Tol Soreang sangat membantu, terakhir 6 tahun lalu, masih bermacet-macet di jalan Raya soreang.

13.30 makan dan sholat di Saung Aki Sadu Soreang, hujan deras. Ikan bakar, tempe mendoan dan Kopi Pahitnya cukup recomended untuk diulang. Hujan reda, perjalanan dilanjut di Ciwidey, cukup banyak tersendat. Seprtinya ekonomi baru berputar lagi setelah 2 tahun Covid menghentikan semuanya.

15.15 sampai di gerbang Kawah Putih, Ciwidey, manajemennya sudah jauh membaik, dikelola layaknya masuk Taman Safari Bogor, petugas bukan lagi perhutani, tapi sudah anak-anak muda yang direkrut professional. Tiket masuk 55rb dewasa dan anak diatas 5 tahun. Dan 15rb kendaraan.

Semi off-road 5 km, dari gerbang ke kawah putih. Jalan banyak berlubang, tapi masih normal bisa dilalui city car. Pendakian cukup terasa, cocok dengan ban AT yang selama ini dibawa hanya mengaspal. Gerimis lagi, mendekati pintu kawah putih, kabut menyelimuti.

Angin dingin menerpa saat keluar dari pintu mobil, masih gerimis, sewa payung 20rb/payung, mahal? Mungkin, tapi ini jugalah yang menjadi pemasukan bagi masyarakat sekitar yang harus disupport. Dingin menerpa Fa, Fey Zid sumbringah karena sudah sekian lama tidak merasakan dinginnya udara gunung. Kabut pekat.

Ada satu yang hilang di Ciwidey, saung kecapi. Infonya akang kecapinya sudah berpulang beberapa waktu lalu, saungnya sudah dihuni patung kambing gunung sekarang.

Turun ke Kawah, masih tertata dan terawat rapi, sangat nyaman untuk wisatawan. 15 menit di kawah sudah mulai terasa aroma belerang, foto-foto dan Pa Ido life youtube, setelah itu pulang menuju hotel.

18.15 pas azan magrib, kami sampai di Hotel Savoy Homann, jalan Asia Afrika, hotel bersejarah dekat museum Asia Afrika yang terkenal itu. Jalan Asia Afrika yang sudah sangat rapi tertata, instagramble dan ramah wisatawan. Istirahat, sambil menemani mama bimbingan.

Minggu pagi, anak-anak berenang, saya joging, lari pagi, jl AA, ke alun-alun bandung, mutar balik lewat jalan Dalem kaum dan Lengkong kecil, 2 km lumayan. Setelah sarapan, siap-siap check-out. Tujuan pertama setelah itu adalah Mall Paskal 23 Pasir Kaliki, FaFeYZid, lompat-lompat di Jump Street , terakhir ke sini 3 atau 4 tahun lalu. Mall juga sudah mulai rame, cari parkir susah. Setelah itu, kembali ke Bogor. Lancar.

Jadi Bandung diakhir atau tengah pandemi? Semoga sudah berakhir, agar kita bisa kapanpun bisa ke Bandung lagi, semacet apapun Bandung, tetap merindu.

Paskl23, Pasir Kaliki, 26 Desember 2021 #liburan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s