
Apa yang jadi pemikiran dan perhatian utama yang bisa merubah rona mu sekarang kawan? masalah rezeki? Pekerjaan? masa depan anak-anak? masa tua? kesehatan? keluarga? Ya semua itu mungkin saja, tapi dari semua itu apa yang bisa merubah wajahmu? dari yang dulu penuh senyum, penuh keikhlasan, tiba-tiba bukan saja menjadi terlihat tua atau hilang sinarnya, malah keseimbangannya juga berubah, gigi sering gemeretak.
Apakah dari sesuatu yang hanya do’a bisa di haturkan berharap penyelesaian dariNYA? tiada sesuatu yang logis lagi yang bisa di percaya? begitukah? kalau iya, mungkin sepaham kita. Walaupun Allah dengan kalamnya sudah berkata “tiada masalah yang diatas kemampuan”, percaya 1000% tentang itu, makanya doa dan keyakinan sajalah yang bisa membuat tenang.
Palestina, itulah yang membuat rona wajah ini berubah. Secara logis hilang sudah rasanya, bagaimana mereka di Gaza bisa bertahan 2 tahun dalam gempuran 200 ribu ton BOM berkali lipat dari Hiroshima. Rata dari Utara ke selatan, sepanjang mata memandang. Kemudian perang berhenti, namun setiap hari kita masih mendengar kabar puluhan warga Palestina gugur baik di Gaza maupun di tepi barat. Perang Topan Al Aqsa 2 tahun ini merubah rona wajah ini.
Secara logis juga, hanya gemeretak gigi dan doa yang bisa di ucapkan, bagaimana penjajah dan pamannya seakan tidak ada aturan dan hukum apapun yang bisa menyentuh mereka. Nyawa warga Palestina jadi angka statistik yang merubah rona wajah.
Tapi kita juga melihat warga dan manusia dunia melawan ketidak logisan ini. Di negara paman penjajah infonya saat ini adalah titik nadir dukungan warga terhadap negara penjajah itu. Di Eropa mata hati terbuka berbagai rally ratusan ribu orang berubah mendukung Palestina. Ketidak logisan untuk pembebasan Palestina kalau dilihat dari sisi alat perang, mudah-mudah menjadi logis dengan tersentuhnya hati banyak manusia, jalan bagi kemerdekaan Palestina.
Agar rona wajah ini kembali dan semoga kita jadi saksi.
Tol Cikampek, 16 Januari 2026 #ronaWajahmu #Isra& mi’raj