Archive

Archive for the ‘Mama&Nak Bujang’ Category

Mama dan nak bujang Part-23: kosan papa

29 March 2021 Leave a comment

SMP 1 Kota Solok, sumber: smp1solok.ac.id

Setelah daftar ulang di SMP 1 Solok, saya sudah tidak sempat pulang lagi. Mama mencarikan kos-kosan pertama di Simpang Rumbio, depan RS Umum Kota solok, pemilik kos sudah kenal dekat dengan mama, karna waktu papa sakit dan di rawat di RS Solok sebelum di rujuk ke Padang mama dan papa kos cukup lama disini, menghindari bolak-balik kampung yang aksesnya sangat sulit waktu itu.

Kos kosan ini juga tempat tinggal anak-anak Mak Darami dulu waktu sekolah di Solok, beliau kepala sekolah SD waktu itu. Saya sempat juga menjenguk papa di RS tahun 1988an, Mak Darami yang mengasuh saya sementara mama menemami papa di RS.

Read more…

Categories: Mama&Nak Bujang

Mama dan nak bujang Part-22: Merantau

23 January 2021 Leave a comment

Bukit Tnduak

Sambil menunggu pengumuman penerimaan SMP 1 Solok, Mama dapat pula menyelesaikan sawah dulu, Mama menitip ke Mak Etek Raf, untuk melihat pengumuman hasil cadangan itu, dari Sungai Nanam ke Solok, transpor relatif lancar.

Suatu sore, saya sudah tidak ingat tanggalnya, Mak Etek mengirim pesan lewat orang yang dari Sungai Nanam, saya di terima di SMP 1 Solok, cuma 2 cadangan yang di terima, teman saya, Indra Kadican dari Sijunjung dan saya, tanggal batas akhir daftar ulang juga sudah ditentukan, setelah dilihat tanggal, Mama kalang kabut, rupanya besok jam 3 sore paling lambat. Mungkin yang bawa pesan terlambat menyampaikan ke mama.

Untuk keluar dari kampung saya waktu itu ada 2 jalur normal yang sering dipakai orang kampung, jalur Sirukam, perjalanan 12 jaman, berangkat jam 7 bisa sampai jam 7 juga malamnya. Kemudian jalur Kapujan terus ke Sungai Nanam, sekitar 10 jam an jalan kaki, tracking naik gunung turun lurah.

Mama bilang dua jalur itu tidak mungkin. Tiba-tiba mama ingat, dulu beliau pernah tempuh jalur Sabie Aie tembus talang babungo, bisa tembus 5-6 jam, tetapi tidak tau lagi apakah masih bisa di tempuh atau tidak, setelah bertanya sana sini, malam itu dapat info jalur masih ada yang dilewati orang sekali-kali.

“Bang, tidur cepat malam ini ya, besok setelah subuh kita berangkat” terasa semangat mama waktu itu. SMP 1 Solok juga almamater beliau dulu. Cerita mama, 2 orang yang sekolah di sana, mama dan Mak Buyuang, kemudian kalau jadi saya yang ke-3. Saya pun terlelap dengan semangat pula malam itu. Nenek begadang mempersiapkan bekal. Read more…

Categories: Mama&Nak Bujang

Mama dan nak bujang Part-21: Tamat SD

23 January 2021 Leave a comment

Habis Ujian Akhir SD

1993 ujian akhir Sekolah Dasar (SD) masih digabung dan dipusatkan di SD Nagari Batu Bajanjang, sekolah saya. Semua murid dari nagari sekeliling yang tidak bisa akses jalan kaki ke kampung kami, nagari Simanau, Sumiso dan Garabak Data, menginap di kampung, ada lokasi rumah yang disiapkan atau menumpang di rumah warga, saya masih ingat, teman-teman dari Simanau penginapannya di Surau Pulau-pulau, surau saya, dekat dengan tepian tempat mandi kami.

Besar manfaatnya sebenarnya, momen ujian yang full satu minggu, hanya pagi sampai siang, siang sampai sore, selain belajar, bisalah digunakan untuk saling berkenalan. Bertemu teman baru dari beda nagari buat kami waktu itu sungguh membahagiakan. Dengan teman laki-laki kami buat lomba bola volly karah yang lapangannya didekat Lubuak Pacah, tempat mandi anak-anak perempuan, sebelum mandi teman-teman cewek memberi semangat ke yang main volley, saling kenal terjadilah disana.

Guru-guru dari semua wilayah, termasuk dari kantor dikbud Payung Sekaki, juga tumplek blek di kampung, seksi konsumsi adalah Mama, jadi setiap makan pagi dan malam semua makan di rumah dan kebetulan ada yang menginap dirumah kami juga. Rame, makanya saya seringnya bermain dengan teman-teman yang diluar nagari karena ada guru-guru di rumah. Read more…

Categories: Mama&Nak Bujang

Mama dan nak bujang Part-20: “Mairiak”

20 December 2020 Leave a comment

Mairiak, Foto: Mediaindonesia.com

Mama jadi guru pagi sampai siang, siang sampai sore dan hari libur, mama jadi petani di bantu nenek mengerjakan paling tidak 3 tumpak sawah, dikampung biasa menyebut “tumpak” untuk satu lokasi persawahan, buka mengacu ke luas area, tapi lebih ke lokasi.

Satu di sawah Mudiak, lokasi di Jorong Pangka Pulai, ada 5 petak mungkin, 1 hektaran. Disana juga ada kebun tengan tanah miring, juga 1 hektaran yang ditanam pinang dan kayu manis. Sawah ini berada dipinggir jalan Batu Bajanjang-Pangka Pulai.

Satu lagi Sawah Ilia, (hilir), berlokasi di Jorong Koto Tuo, pas disamping kantor Camat Kecamatan Tigo Lurah, Kab Solok. Ada 3 atau empat petak juga, setengah hektar. Juga ada kebun Suku yang di kelola oleh Penghulu suku, Mamak Kami Darnis Datuak Sari Pado Alam. Banyak pohon manggis dan getah, kebun turun temurun yang posisinya juga dipinggir jalan. Read more…

Categories: Mama&Nak Bujang

Mama dan nak bujang Part-19: Globalisasi

22 October 2020 Leave a comment

Mama dan Trio GDR

Tahun 80an arus globalisasi terasa kuat di Indonesia, hal itu bisa terlihat dari gaya hidup waktu itu, foto-foto dan budaya orang tua kami, terutama mama menambah keyakinan akan itu.

Dari pakaian misalnya, beberapa foto mama dan papa waktu muda memperlihatkan penampilan yang global, papa banyak befoto dengan celana pantovel, baju bersanding licin, rapi. Juga suka berjaket levis yang modis, rambut pun disisir rapi. Layaknya james bond.

Mama juga, beberapa foto waktu remaja dengan dress diatas lutut, yang serasi dari atas sampai alas kaki, mungkin layaknya Kate William, calon ratu Inggris itu. Anggun dan manis, tapi tentu saja tidak berjilbab. Dari sejarah kita juga mahfum, jaman-jaman itu berjilbab sangatlah susah, karena keadaan. Read more…

Categories: Mama&Nak Bujang