Mama dan nak bujang Part-28: setrika cara nenek

Di kontrakan baru samping Kasda Motor, nenek sering menemani saya. Masa-masa rehat ke sawah nenek pasti ke Solok. Sebenarnya rutin setiap bulan nenek turun gunung, karena mengambil pensiun Angku memang harus di BTPN Solok. Masuk semester ke 2 kelas satu di SMP 1 Solok, saya mulai ikut banyak kegiatan, selain aktif di Pramuka yang latihan…

Mama dan nak bujang Part-27: berburu “kapindiang”

Kontrakan baru, cerita baru. Karena didekat rel kereta api, penyesuaian terhadap riuhnya bunyi roda besi beradu rel jadi perjuangan tersendiri. Awalnya saat kereta lewat selalu berdebar-debar, apalagi kalau malam pasti terbangun, takut kalau kepala kereta masuk dapur. Apalagi nenek, karena tidak biasa sering terlonjak sendiri, kaget saat klakson kereta berbunyi. Tapi lama kelamaan jadi simphony…

Mama dan nak bujang Part-26: pindah kontrakan

Masuk semester ke-2 di SMP 1 Solok, saya masih berulang dari Simpang Rumbio ke sekolah, pun bolak balik ke uda tukang urut dalam rangka pengobatan tangan saya. Setelah tangan sembuh, setiap Jumat malam ikut latihan wushu di Masjid Agung Kota solok. Pergaulan mulai masuk ke pemuda-pemuda asli simpang rumbio dekat terminal Bareh Solok, yang waktu…

Mama dan nak bujang Part-25: Urut salido

Liburan semester pertama SMP kelam, tidak bisa kemana-mana, tangan saya yang jatuh dari pohon manggis, menjadi-jadi sakitnya, rupanya belum sempurna kembali ke posisi awal saat Angku melakukan tindakan pertama. Pengobatan hanya di urut-urut kecil. Setiap diurut saya “merarau” kesakitan. Liburan berakhir, mau tidak mau sekolah harus kembali dimulai, dengan tangan kanan di gendong saya dan…

Mama dan nak bujang Part-24: Patah tangan

Kehidupan baru diperantauan makin membuka pemikiran. Pergeseran pemikiran dari superior selama kehidupan dikampung menjadi inferior melihat dan membandingkan diri dengan sekeliling, termasuk dengan kawan-kawan sesekolah, bagaimanapun SMP 1 Solok adalah sekolah favorit, tentu saja yang bisa masuk banyak juga dari kalangan tertentu, anak Sekda, kepala Rumah sakit, Dokter, kepala dinas, kepala badan, anak tokoh emas…