Mama dan nak bujang Part-37: Di “gaham” tentara

Masjid Muhammadiyah AL- Furqan Pasar raya Solok mempunyai kenangan tersendiri buat saya. Masjid ini dekat dengan terminal mobil ke kampung atau “posko” orang kampung mengenalnya, sering juga menjadi tempat istirahat sementara kalau Posko udah tutup kalau kemalaman, setiap bulan ramadhan masjid ini tidak pernah absen dalam agenda. Didepan masjid ini, dulu ada sop dan soto…

Mama dan nak bujang Part-36: Safari Ramadhan

Kota solok tidaklah terlalu Luas, semua sudutkota berbatasan dengan kabupaten solok. hanya dua kecamatan, yaitu Lubuk sikarah dan Tanjung harapan, dipisahkan oleh batang ( sungai) Lembang. kalau naik sepeda tak sampai 2 jam bisa dikelilingi, dari selayo ke pandan ujung sampai ke Simpang sigege. kontrakan saya ditengah kota, 5 menit jalan kaki sampai di pasar…

Mama dan nak bujang Part-35: meredup akademik.

SMP kelas 2, kelas unggul, 2B, akademik saya mulai meredup. Bukan karena kapasitas dan nilai turun, tapi memang di kelas ini berkumpul para Juara dari 9 kelas, peringkat 1-3 dari setiap kelas, nilai saya tetap saja sama, tapi posisinya sudah bergerak turun, 10 besar mungkin masih masuk. Saya dengan sadar undur diri dari persaingan akademik….

Mama dan nak bujang Part-34: “kumite” Wushu pertama.

Saya pada prinsipnya anak yang sangat “saulah”, tidak suka ribut malah mengarah ke penakut. Tapi di latihan wushu Masjid Agung Kota Solok, harus ada latihan pertarungan atau lebih dikenal dengan kelas Kumite. Cabang wushu Masjid Agung memang agak tradisional latihannya, keras. Latihan tanpa alas kaki di halaman masjid yang corannya mengelupas semua. Push Up pakai…