Archive

Archive for the ‘Kata Hati & Jejak Langkah’ Category

Covid 19 kembali memisahkan

7 February 2021 Leave a comment

Saturasi oksigen

Kemaren, Sabtu, 6 Februari 2021, sekitar jam 15an, salah satu team yang sedang berdinas di Pertamina Asset 5 Sorong, Papua, dalam rangka instalasi dan commissioning fasilitas fire pump menelpon ijin pulang, ayahandanya masuk ICU karena Covid 19, dengan saturasi oksigen sudah 86%, kondisi kritis.

Jam 20an malam saya coba minta update info, termasuk apakah dapat tiket Sorong-CGK, tidak dijawab. Jam 1.35 wib tadi malam, masuk WA “My Daddy udah gak ada pak”, saya tertunduk dan tiada yang bisa diucapkan selain bela sungkawa dan turut berduka. Dia dapat tiket 7.35 WIT pagi ini, semoga masih bisa bertemu jenazah, karena pemakaman prosedur covid tidak bisa menunggu lama.

Kondisi ini pengingat bagi kita, bahwa Covid 19 belumlah terkendali, hanya dalam 6 jam, kritis berubah menjadi kesedihan, terpisahnya orang yang tercinta. Perlu kesadaran diri agar jangan sampai kita peduli setelah semua terlambat. Ajal dan umur memang ditangan Yang Maha Kuasa, tapi agama Islam khususnya mengajarkan bahwa ikhtiar dan doa harus selalu beriringan. Read more…

Umur dan Usia

28 January 2021 Leave a comment

Memandang kedepan..

Dari seminggu yang lalu,anak ke-2 kami, Si Melodi, sambil bisik-bisik bertanya “yanda mama kan ulang tahun tanggal 28 besok, buat suprise yok”, “apa dek? Ada ide?” Saya balik bertanya, “ya hadiah gitu” jawabnya, “ok, adek cari ide ya” pinta saya.

2 hari kemaren dia balik dengan ide, lewat WA “yanda adek kan tanya ke mama, barang kesukaan mama apa, jawab mama alat dapur, kita beliin ini aja ya” tulisnya, sambil kirimkan satu set sendok goreng. “Sepakat” saya balas chatnya, “ntar yanda cari di Ikea”. Tapi qadarullah, kelupaan. Akhirnya balik ke hadiah tahunan yang akan selau abadi, sedikit goyangan jari jemari di tuts HP, pengganti goresan tinta dimasa lalu. Read more…

Aktifitas pemulihan Covid -19

22 January 2021 Leave a comment

Saturasi oksigen

Selama 24 hari isolasi mandiri karena Covid 19, apa saja penanganan pemulihan yang dilakukan?, saya coba berbagi treatment apa saja yang kami sekeluarga lakukan.

Setelah terkonfirmasi positif, yang pertama saya lakukan adalah menginformasikan ke gugus tugas kantor untuk di lakukan tracing siapa saja yang bersinggungan dan bertemu dengan saya seminggu terakhir. Ini prosedur kantor yang nantinya diikuti dengan swab antigen pada setiap contact tracing terebut.

Saya juga lansung menginformasikan ke RT, yang ex-officio sebagai gugus tugas kota Bogor, untuk diinformasikan ke warga, yang juga berkemungkinan kontak erat dengan saya seminggu terakhir. RT/RW melaporkan ke gugus tugas kota dan petugas puskesmas Kedung Badak juga lansung menghubungi saya untuk interview, baik kondisi dan gejala yang saya alami maupun kontak trace saya. Read more…

24 hari Isolasi mandiri Covid-19

20 January 2021 1 comment

Negatif

Saya test Covid 26 Desember 2020, dan keluar hasil Positif 24 jam setelahnya dengan nilai RpDp CT value 12, dokter menginformasikam kondisi berat dan menular. Dinyatakan negatif setelah tes swab ke-4, 20 Januari 2021. Tulisan ini cerita apa yang terasa hari ke hari di “inapi” virus Covid-19, selama 24 hari isolasi mandiri.

Hari ke-1, 27 Dec 2020, sampai jam 8 malam, demam masih belum turun-turun, 38.8 degre Celcius, saya coba kontak lagi perawat puskesmas kedung badak yang sepertinya memang di tugaskan khusus in-charge pasien covid, saya dikasih nomor HP dokter kepala puskesmas dr. Tengku Yani. Saya minta rekomendasi untuk cek ke IGD, setelah konsul dr. Yani tidak menyarankan saya ke IGD, tetapi diminta minum paracetamol, 4 jam sekali. Besok, beliau akan resepkan obat dan akan diantar oleh gugus tugas RW.

Hari ke-2, 28 Dec 2020,Senin. Saya terbangun azan subuh, dengan tubuh sedikit ringan, tidak lagi demam dan nyeri sendi pun tidak terasa, tinggal sedikit sakit kepala. Setelah sholat subuh, mengaji dan sedikit olah raga ringan, sarapan pagi, minum obat yang masih ada untuk 2 hari kedepan. Memulai rutinitas pekerjaan kembali, WFH. Yang masih jadi fikiran, testing istri dan anak-anak, sudah di coba cari beberapa RS yang bisa home care, melakukan pengetesan di rumah, semua masih full book, paling cepat tersedia kamis depan. Sementara kalau pengetesan di fasilitas kesehatan, tidak ada sopir yang bisa antar. Padahal tidak tertutup kemungkian istri dan anak-anak juga terpapar, karena ada gejala batuk dan pilek. Jam 4 sore, obat-obat dari puskesmas di kirim ke rumah melalui gugus tugas RT/RW, support dari warga komplek dan teman-teman juga bernilai positif membantu perkuat imun. Hari ini menjelang isya dapat kabar satu lagi warga komplek positif Covid 19. Read more…

Positif Covid 19

27 December 2020 3 comments

Rabu, 23 Dec 2020, hari terakhir kerja minggu lalu, badan tiba-tiba menggigil kedinginan hebat pada saat wuduk sholat zuhur, “demam ini” terlintas dalam hati, karena memang demam tinggi, semua badan nyeri adalah penyakit kambuhan saya, cuma ini sudah setahun tidak muncul.

Sebelum pulang saya sempatkan minun panadol merah, biasanya setelah dibawa tidur badan akan ringan. Sampai di rumah, saya ketiduran sampai kebangun jam 1 malam, kamis pagi, dengan dingin yang makin menjadi dan badan panas, mungkin mendekati 40 deg. Saya minum panadol sekali lagi, sampai ketiduran. Read more…