Mama dan Nak bujang part-3: Cerita tentang nama kami.

20 April 2018 Leave a comment

Trio

Saya lahir 1981, adek yang kedua 1983, yang bungsu 1984, kata mama kalau umur papa  panjang, mungkin akan satu kesebelasan.. 😀 yang sebenarnya itu juga cita-cita saya untuk bisa punya banyak anak, asyik kali, rame.. Tapi tidak kesampaian. 😊

Cerita mama, saya lahir melalui dukun beranak, hari Jumat jam 1 siang, nama bu dukun saya lupa, salah satu dukun tokcer di kampung saya masa itu. Belum ada bidan tahun segitu di kampung kami, apalagi dokter kandungan. Saya lahir benar-benar sesuai cerita melahirkan ibu masa lalu, penuh darah dan mempertaruhkan satu nyawa yang beliau punya, perjuangan 2 hari dengan sakit yang amat sangat hilang seketika setelah tau yang hadir seganteng Papanya.. 😀 Read more…

Advertisements
Categories: Mama&Nak Bujang

Sembilan..

31 March 2018 Leave a comment

A leader..

Sekolahnya mengaplikasikan kurikulum leader in me, 7 habbit diramu dalam nilai keseharian Islami.. As a leader tumbuh alami, pernah jadi leader of class dan selalu masuk dalam jajaran leader di ibnu batutah, 3A kelasnya..tidak hebat matematika tapi suka sekali dengan english dan Alhamdulillah lagi perjuangan untuk tasmi’ jus 30 di April ini. Kelas tiga mau kelas empat, sembilan tahun kini.. Seumur dengan pohon jambu “paraweh” yg tumbuh subur didepan rumah.
Dia yang dulu dibawa merah ke kota hujan, kini tumbuh dan terus tumbuh. Sudah bisa jadi teman diskusi yanda dan mamanya. Walau “umbukan” yanda untuk sekolah nanti di Padang Panjang masih belum berhasil… ☺ Read more…

Sinergi Kampus dan Alumni, IAP Jakarta Jabar Banten 10 Maret 2018

11 March 2018 Leave a comment

Sinergi Kampus dan Alumni

Direktur Politeknik Negeri Padang yang baru terpilih dalam pemilihan direktur awal tahun ini, Bpk Surfa Yondri, St, SST, MsC, yang lebih dikenal dengan panggilan akrab Pak Boyon melakukan gebrakan dan terobosan komunikasi dengan para alumni dalam rangka sinergi antara kampus dan alumni guna pengembangan kurikulum sebagai salah satu langkah untuk membawa Politeknik Negeri Padang pada status Akreditasi A. Programnya adalah berkomunikasi “jemput bola” dengan Alumni dengan membawa semua ketua jurusan di Politeknik untuk mendengarkan lansung masukan-masukan dari alumni di berbagai daerah. Minggu lalu di IAP Pekan baru dan minggu ini di IAP Jakarta Jabar Banten.

Permintaan Direktur ini di sambut antusias oleh kepengurusan IAP Jakarta Jabar Banten 2017 – 2021, Ketua Umum Sdr Abrar Wijaya yang akrab di panggil Abe dan Ketua Harian Sdr Yoga lansung menyusun rencana kilat untuk mensukseskan acara ini. Kuota ruangan yang hanya bisa menampung maksimal 70 orang alumni dengan cepat terpenuhi, beberapa alumni yang tidak mendapatkan kursi terpaksa berbesar hati untuk menitipkan aspirasi kepada yang sudah terdaftar duluan. Read more…

Layaknya Ainun..

28 February 2018 Leave a comment

Layaknya ainun…

Semakin matang dan semakin mendalam hujamnya kedalam jiwa layaknya Ainun bagi Habibie. Dia yang dulu gadis pujian banyak pujaan, kini menjelma jadi wanita matang penenang dan pelindung hati  2 lelaki dan 2 wanita di istananya. Waktu untuk itu sebentar saja rasanya..

Read more…

Mama dan Nak bujang part-2: Kisah muda mama

6 January 2018 Leave a comment

Mama remaja..

Mama sebenarnya lahir tahun 1950, sama dengan Papa, cuma karena telat masuk sekolah tahun lahir dimundurkan  ke tahun 1953.

Mama juga lahir dan besar di kampung yang sama dengan saya lahir dan tumbuh, kami berakar berurat di nagari yang subur ini. Diminangkabau jalur kekerabatan itu dari garis ibu, kami hidup bersuku-suku yang jika dirunut akan sampai ke cerita asal muasal Minangkabau.. ☺.  Kalau dilihat dari harta pusako tinggi, berupa tanah lahan pertanian, atau lahan rumah gadang, yaitu lahan yang dibuka lansung oleh orang tua-tua dulu, mamak, datuak dari jalur ibu kemudian turun temurun diwariskan ke anak perempuan didalam suku sampai ke jaman now. Suku kami cukup berada dan terpandang.  Read more…

Categories: Mama&Nak Bujang

Mama dan Nak bujang – Part 1: Prolog

23 December 2017 Leave a comment

Oma & Fa..

Perjuangan dan kasih seorang ibu..tak bertepi..

Saya mencoba merangkum perjalanan kasih saya dengan Mama sepanjang saya mengingat dan merasa, dengan satu goal nantinya, Mama berpola fikir seperti apa..dimasanya dan diakhir hidupnya, untuk kami jadikan pelajaran mengarungi kehidupan ini kedepan..

Saya lahir tahun 1981 dan dibesarkan di tengah hutan pedalaman kabupaten solok, Sumatera Barat, tempat Kolonel Ahmad Hosen melarikan diri pada saat PRRI dulu, saya masih ingat masa kecil saya dikampung itu baru ada  “kudo beban” sebagai sarana transportasi kebutuhan pokok, TV hitam putih dilapangan kantor wali nagari jadi hiburan luar biasa pada waktu itu..saya tumbuh dengan memelihara ayam, kesawah tanam padi, ambil manggis dan mangga, nunggu jatuh duren..layaknya kehidupan dipedalaman..

Roda kehidupan selayaknya anak daerah terisolir juga dilalui dengan kondisi yang sesuai pada masa itu.. pagi hanya cuci muka, berangkat sekolah.. di kampung pada waktu itu baru ada SD..”keluar main” (jam istirahat) suka-suka, habis dengan main volley bola plastik.. Siang pulang sekolah, main disungai, mancing, main volley bola plastic satu-satunya olah raga yang bisa dilakukan, karena tidak ada lapangan luas yang bisa untuk sepak bola atau yang lainnya..magrib mengaji di surau sampai isya, habis itu tak ada lagi yang berani keluar rumah, takut di bawa hantu “aru-aru”..tidak ada listrik, hanya lampu strongkeng dan lampu teplok.. Read more…

Categories: Mama&Nak Bujang

6 tahun Si gemulai

9 December 2017 Leave a comment

Gadis kami kedua ini lain, mungkin karena ditengah, manjanya beda. Mudah baperan. 🙂

Alifa Feyka Ni’am, sebuah nama yang kami berikan dengan dasar rasa syukur kepada Yang Maha Memberi, harfiahnya..”ni’mat yang dianugerahkan dalam kondisi tenang “. Dia hadir disaat semua sendi kehidupan dalam kondisi yang benar2 tiada gejolak, dari semua sisi, ekonomi, keimanan, ketersediaan waktu..berada dalam kondisi stabil.Si dia sempat satu minggu tinggal di kotak biru karna kadar bilirubin tinggi, yanda harus bolak balik 4 jam sekali ke Hermina Bogor antar ASI didasari tekat full ASI untuk ananda yang kehadirannya membuat Uninya jadi pendekar.. 🙂

Adek Fey.. panggilan sayangnya, beda juga threatment memfasilitasi tumbuh kembangnya, kalau Uni Fa nya umur 2.5 tahun sudah kami masukkan kelompok belajar, Fey kami kondisikan pendidikan awal dari rumah, aktualnya dominan dari ajaran Uninya 🙂   kami melihat dengan lambat laun dan pasti, dari gemulainya bak gadis desa, berubah jadi energik layaknya gadis kekinian, karna mengikuti gaya dan kurenah Uni Fa nya… Baru umur normal 4 tahun kami masukkan ke TK A..

Fey sepertinya tumbuh agak idealis, maksudnya dia tumbuh layaknya seorang anak gadis yang suka sekali dengan dunia gadis, boneka, kelembutan, manja, malu ke teman lelaki dan layaknya gadis..gemulai dan baperan..:) dia agak textual… Atau canda bahasa minangnya “luruih tabuang”…. Ini sepertinya turun dari Mamanya… Sifat yang idealis.. A ya A.. :).. Read more…

2 tahun bujang mama

13 November 2017 Leave a comment

Bujang mama


Ziyadinniam, kami harfiahkan ni’mat tak berujung. Karena sepanjang perjalanan kehidupan kami, ni’mat tak berpintulah yang selalu menyertai, walau hakikatnya ni’mat itu sesungguhnya adalah ujian iman..dan itu baik untuk di ekspresikan sebagai rasa syukur dan pengingat diri.

Dia yang ketiga dari 3 bersaudara keluarga ni’am Pane, pertama laki-laki dan sendiri lelaki, yang kehadirannya kedunia membuat mamanya cukup lama proses sesar di ruang operasi. Kalau 2 uninya hanya 1 jam proses, sementara untuk si lelaki ini butuh hampir 3 jam baru selesai dan diijinkan untuk mendekap melepas asa..

Dan sudah 2 tahun si bujang itu kini. Berlari dan berlari, asal menapak tanah lansung berlari, sangat sumbringah dengan yang namanya alat berat, mesin angkat2 (crane), mesin garuk2 (exavactor), mesin strika (dozer), molen, dll. Sudah mengerti apa yang lawan bicaranya katakan tapi kata2nya baru yang sederhana, mama, dada, uni, nana, mimik dan mandi. Sudah bisa dan tidak mau dibantu untuk pasang celana sendiri, pasang sepatu dan sendal sendiri, tidak mau dipegang tangan kalau jalan lagi ada teman seumuran, apalagi teman cewek :). Suka meletakkan tangan dibelakang pinggang (posisi istirahat ditempat) kalau lagi serius mengamati sesuatu. Biang keceriaan diistana kami, sayang ke uni, dan sudah bisa kesal kalau lagi nonton film crane di youtube diganggu uninya. :). Tapi sangat penurut jika yang diminta kedia pada saat hatinya lagi senang.. Itulah dia si bujang yang sudah 2 tahun kini dan sudah 2 kali botak. Read more…

Idhul Adha 1438H di Masjid Raya Taman Cimanggu Daarul Jannah, Bogor.

1 September 2017 Leave a comment

Masjid Raya Taman Cimanggu

Membuka rangkain pelaksanaan Shalat Idhul Adha tahun 2017 yang bertepatan dengan hari Jumat tanggal 1 September 2017, Drs Budiharjo selaku ketua DKM melaporkan pelaksanaan rangkaian kegiatan Idhul Adha  di Masjid Raya Taman Cimanggu. Yang akan bertindak sebagai khotip adalah Ust Abdul Hadi Lc dan shalat akan dipimpin imam tetap  Ust Ahmad Suja’i Al hafidz.

Dilaporkan juga bahwa tahun ini jumlah kurban sapi sebanyak 17 ekor yang dikurbankan oleh 119 jiwa. Kurban kambing sebanyak 25 ekor. Pemotongan akan dilaksanakan hari Sabtu tanggal 2 September 2017.

Laporan pembangunan masjid juga disampaikan bahwa yang akan segera dilanjutkan adalah pembuatan  kanopi depan dengan kebutuhan dana 250jt. Kemudian penyelesaian kubah besar dan 4 kubah kecil membutuhkan dana 250jt yang akan diselesaikan tahun ini. Read more…

Hampir satu dasawarsa perjalanan ini…

28 June 2017 Leave a comment

Mudik..

ini tentang perjalanan kami berdua.. hampir satu dasawarsa..

Saya tidak mau lagi merumpamakan kebersamaan karna Illah ini bagai sebuah kapal, karna kalau di kapal mabuk, disebabkan gelombang dilautan maka tiada tempat untuk menepi dulu.. ☺, padahal mual dan mabuk adalah bunga dan tanda bahwa kebersamaan ini dalam perjalanan…
Dalam suasana mudik, cocoklah analogi perjalanan ini seperti halnya jalur lintas tengah sumatera. Tahun lalu disaat sewindu perjalanan ini, jalur lintas sumatera bagian2 awal sampai ke lampung berfariasi kondisinya, mulus sampai keluar tol merak..eh tiba-tiba keriting setelah melalui selat sunda yang mengharuskan sopir beberapa kali menepikan si roda empat ini, meredakan lambung dari pengap karna goncangan jalur bakauheni kalianda, menepi sebentar setelah itu gas poll lagi..

Dan licinnya jalur lintas tengah sumatera hampir saja melenakan, tak terasa kecepatan bisa melewati ambang batas, nah dalam situasi ini perlu juga rasanya ada lobang-lobang kecil dan gelombang karna turunnya badan jalan yang mengingatkan bahwa rem itu juga perlu walau dijalur lintas..

Sopir Single fighter kadang sangat perlu juga mengukur diri, kalau terlena liukan jalur lahat tebing tinggi atau lurus dan naik turunnya jalur lubuk linggau muara rupit alamat masuk ke sijunjung badan akan mulai terasa diawang-awang, perlu rest area yang memungkinkan untuk manjakan mata dan otot lengan… Karena dengan itulah energi bisa terjaga…tapi kalau sudah terlanjur kaku tulang punggung..karna merasa kuat sendiri.. halusnya jemari sang belahan jiwa pendamping perjalanan ini sangat manjur mengembalikan kesegaran..

Dan perjalanan ini akan tiada berhenti sampai nanti di kampung halaman, berapa lama dan kemana jalur perjalanan ini memang bisa direncanakan, tetapi kepastiannya hanya milik Yang Maha Mengatur semua perjalanan… Dari hampir satu dasawarsa perjalanan ini, analogi jalur lintas sumatera layak di ambil sebagai pelajaran…

Selamat hampir sewindu perjalanan ini dan selamat mudik.. jangan lupa perjalanan masih akan berlanjut…

Solok- 27 Juni 2017..~ Kepahiang 27 Juni 2008