Mama dan nak bujang Part-25: Urut salido

Patah tangan (sumber: honestDocs.id)

Liburan pertama, kelam, tidak bisa kemana-mana, tangan saya yang jatuh dari pohon manggis, menjadi-jadi sakitnya, rupanya belum sempurna kembali ke posisi awal saat Angku melakukan tindakan pertama. Pengobatan hanya di urut-urut kecil. Setiap diurut saya “merarau” kesakitan.

Liburan berakhir, mau tidak mau sekolah harus kembali dimulai, dengan tangan kanan di gendong saya dan mama pun kembali menembus hutan untuk kembali ke Kota Solok. Tidak bisa tambahan libur, karena pengobatan yang dilakukan bukan medis, tidak dapat surat keterangan dokter untuk istirahat.

Read more…

Setelah 40

Setelah 40

Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rasul di usia 40 tahun, dari siroh kita bisa mengetahui beliau adalah pemuda mapan yang dunia sudah dalam genggaman pada saat beliu diutus, tau berapa mahar Nabi pada bunda Khadijah saat menikah diusia 25 tahun? 20 ekor unta. Kalau satu ekor saat ini 53 juta, total 1 milyar lebih, bukan jumlah yang sedikit bukan?.

Tau harta Nabi sebelum diutus? tercatat, neraca dagang Rasulullah berupa 1,216,343 gram emas atas usaha Rasulullah, 1,251.601 gram emas atas pembiayaan (investasi dan sedekah), serta 15 bidang tanah dengan masing-masing harga jual sebesar 25,5 kilogram (kg) emas yang diwakafkan (sumber: republika.co.id), berapa kalau di rupiahkan? Kalau emas saat ini 995 ribu, total harta nabi 27,9 milyar !, milider, orang kayah.

Tapi dari sejarah hidup dan perjuangan beliau, kita tau Rasulullah meninggal dalam kondisi sangat sederhana, semua daya dan upaya serta harta beliau 100% digunakan untuk membangun peradaban Islam dan kita juga tau itu berhasil dengan gilang gemilang. Sampai kita merasakan ni’mat itu saat ini dan nanti sampai akhir jaman , tentu itu semua dalam rahmat Allah Yang Maha Kuasa.

Read more…

Mama dan nak bujang Part-24: Patah tangan

40 Tahun..

Kehidupan baru diperantauan makin membuka pemikiran. Pergeseran pemikiran dari superior selama kehidupan dikampung menjadi inferior melihat dan membandingkan diri dengan sekeliling, termasuk dengan kawan-kawan sesekolah, bagaimanapun SMP 1 Solok adalah sekolah favorit, tentu saja yang bisa masuk banyak juga dari kalangan tertentu, anak Sekda, kepala Rumah sakit, Dokter, kepala dinas, kepala badan, anak tokoh emas Damrah dan sebagainya.

Kelas 1-i, merupakan kelas urutan terakhir kalau di urut kacang, yang masuk kelas ini kebanyakan dari kampung juga, seperti saya cadangan no-2 terakhir, tetapi kalau saya dengan nem 42 masih cadangan tentu kawan-kawan yang lain diatas saya. Kondisi ini menjadikan saya terpacu untuk penyesuaian lebih cepat, termasuk salah satunya logat, dari Logat Batu Bajanjang yang terasa “minang”nya ke Logat Solok yang berdetus-detus.

Read more…

Categories: Mama&Nak Bujang

Ied Fitri 1442H di Masjid Raya Taman Cimanggu, Bogor

Ied Fitri 1442H, Masjid Raya Taman Cimanggu

Alhamdulillah, hari akhir Ramadhan mama anak-anak bisa pulang dari RS dan bisa berlebaran di rumah, syukur tak terkira pada Yang Maha Mengatur, Maha Mengabulkan Do’a.

Masjid Raya Taman Cimanggu Daarul Jannah, Kedung Waringin, Tanah Sereal, Kota Bogor menyelenggarakan shalat Ied Fitri 1442H yang bertepatan dengan 13 Mei 2021 serentak seluruh Indinesia dengan protokol kesehatan yang ketat, pengukuran suhu, wajib bermasker, jaga jarak, hand sanitizer dan pengaturan waktu yang efektif dan efisien, seperti yang disampaikan ketua DKM Bpk Budiharjo bahwa Masjid Raya Taman Cimanggu menjadi salah satu masjid di Kota Bogor yang di awasi secara ketat dan jadi masjid percontohan yang sangat konsisten menjalankan protokol kesehatan sejak pandemic covid 19 meraja lela.

Ketua DKM melaporkan secara ringkas pelaksanaan ramadhan 1442H bahwa semua kegiatan yang direncanakan berjalan dengan baik, khatam alquran 30 juz dengan dipimpin oleh imam Al-Hafizd Khaerudin, shalat subuh selalu penuh, shalat qilamulail, penyiapan iftar dari para donatur, makanan sahur untuk santri pesantren hafizd dan jamaah yang i’tiqaf.

Read more…

RS masa pandemik

Vertigo

28 Ramadhan 1442H, 10 Mei 2021, tiga hari menjelang Ied Fitri, menuju perpisahan dengan bulan suci yang mulia tahun ini. Tahun ke-2 mengikuti pesan ulil amri, jangan pulang kampung dulu, pandemic Covid 19 masih meninggi, sami’na waato’na.

Namun, tidak mudik bukan berarti semua aman-aman saja, ini hari ke 3 mama anak-anak di rawat di RS, vertigo akut kambuh, sudah tidak tertahankan, terpaksa perawatan di lakukan.

Pengalaman RS di masa pandemik sungguh sangat tidak mengenakkan. Bagi yang urus pasien apalagi bagi pasien. Masuk IGD dengan kepala sakit, pusing dan demam, SOP screening covid 19 diberlakukan, swab antigen, cek darah dan ronsen paru.

Read more…