Jelang SMA Uni Fa

Uni 15 Tahun, jelang SMA

15 tahun lalu, galau tidak dapat tiket Balik papan – Jakarta, sementara mamanya Fathi sudah masuk ruang anestesi, sesar anak pertama, Si Uni. Teman, Kak Oka (almarhum) menyarankan “coba cari ke Surabaya dulu baru go show Jakarta”. Tapi alhamdulillah, menunggu di bandara, dapat juga penerbangan pertama Jakarta- Balik Papan, kemudian transit ke Bengkulu, 31 Maret 2009.

Operasi mulai jam 6.00 WIB pagi, saya sampai jam 9an di klinik bersalin, sudah beres, sudah balik dari RSUD Bangkulu. Tidak sempat mendampingi Si Uni pertama lahir, azan kedua baru yanda, pertama diwakilkan abah. Kerlingan pertama uni, meluruhkan semua rasa payah, Melak-Balikpapan, 12 jam naik darat ditambah 4 jam Balikpapan-Bengkulu, jet leg hilang sudah, berganti kebahagiaan.

Kini, 15 tahun sudah si Uni, remaja yang alhamdulillah jadi “perhiasan” yang menenangkan buat yanda dan mamanya, bulan lalu mencoba tes untuk bisa masuk SMA unggul Sumatera Barat, dengan harapan bisa pulang kampung dulu, sebelum kelak lanjut pendidikan tinggi kembali ke Jakarta. Tapi belum beruntung, jatah luar Sumbar di SMA 1 Sumbar hanya 7 orang, uni nomor 12 dari lebih seratus partisipan luar daerah.

Itulah persaingan uni, ketat. Sepanjang pendidikan dasar dan menengah, pola didik uni fokus ke karakter islami, bagaimana gadis muslim hidup dan berkehidupan. Kelak, semua yang tertanam itu semoga menjadi bekal uni dalam berjuang menggapai cita-cita dunia. Dengan berlandaskan cita-cita besar kita untuk akhirat kelak, sebagai muslim, kita memahami kehidupan dunia adalah ladang bercocok tanam untuk akhirat kelak. “Kejar duniamu seakan kamu akan hidup selamanya, tapi persiapkan juga akhiratmu seakan kita akan mati besok hari”.

Karakter muslim juga begitu, imannya kuat ilmu pengetahuannya juga kuat. ulama-ulama kita dulu adalah para ilmuan, para penemu. Selain mereka hafidz Quran, ahli hadist, ahli fiqih. Mereka juga ahli matematika, astronomi, mekanika, kedokteran bahkan psikologi. Selayaknya kita bercermin pada mereka.

Tapi, jangan sampai tinggalkan pula bermain, berteman, karena itu akan jadi sumber bahagia kita juga. Yanda pernah baca jurnal, anak yang puas masa bermainnya, saat dewasa akan lebih bertanggung jawab. Tapi, tentu harus di atur sesuai porsinya.

Masuklah dunia yang semakin serius uni, pendidikan, uni akan mulai banyak belajar  ilmu pengetahuan. Habiskan waktu uni untuk menempa diri, bangun pagi sebelum membaca apapun, baca Al-quran dulu, habiskan hari-hari mu,  di sekolah, pagi belajar, siang ikut extra kurikuler, jangan cepat-cepat pulang, ikut OSIS, ikut pramuka, ikut kelompok bahasa inggris, ikut juga hafidz, paling tidak tamat SMA uni bisa tasmi’ juz 26, 4 juz. Jangan lupa, sekali-kali hang-out dengan teman-teman.

Tapi tetap ingat pesan khusus yanda bagaimana berhubungan dengan teman cowok ya, jadilah teman, jadilah mahal, selayaknya mahalnya wanita muslim. Insya Allah, uni selalu di jaga Allah SWT dimanapun berada.

Selamat hari lahir uni..

Bogor, 31 Maret 2024 | 20 Ramadhan 1455H #uniSMA

Leave a comment