Gerbang Imigrasi

Hongkong malam #gerbangImigrasi

Tidak semua paspor bisa di scan dengan gerbang otomatis imigrasi di Soeta, passpor manual banyak yang gagal, saya termasuk, baik keluar maupun kembali, paspor saya tidak bisa terbaca. Beda dengan yang paspor elektronik, sepertinya lancar.

Saat ini ada dua pilihan gerbang imigrasi, tidak saja di Indonesia sepertinya diluar negeri juga sama. Gerbang otomatis untuk warga negara dan gerbang manual untuk warga asing. Di China dan Hongkong juga begitu, warga negara scan mandiri tapi WNA manual oleh petugas.

Bagi yang paspornya gagal di scan otomatis ikut antrian di gerbang manual. Gerbang otomatis sangat efektif dan efisien sebenarnya, cepat dan tidak perlu ada interaksi yang tidak perlu. Untuk yang bikin atau ganti passpor sebaiknya lansung elektronik, ya memang beda biaya 2 kali lipat, tapi proses di imigrasi lebih mudah.

Saat masuk China masih memakai kartu kedatangan manual, sehingga antrian mengular akibatnya telat pesawat transfer. Di Soeta sudah tidak ada kartu kedatangan manual, sudah scan barcode dan isi edc.beacukai.go.id, hanya melaporkan belanjaan dan bawaan. Bedanya mungkin ini ya, dikita cari tambahan pajak yang jadi poinnya. Ada beberapa list belanjaan yang harus di laporkan, semua ada pajaknya 🤭.

Semoga makin membaik, kalau bisa semuanya elektronik, tidak ada lagi interaksi dengan petugas. Cukup siapkan meja-meja support untuk yang bermasalah.

Soeta, 17 May 2024 #gerbangImigrasi

Leave a comment