
Sabtu, 15 Juni 2024, Adek Fey selesai SD. Perpisahan yang diberi tajuk “Tasyakuran Pelepasan Gen X”, lulusan tahun ke-10 SD Kreativa Bogor. Sekolah yang menggunakan metode leader in me yang di padu dengan nilai-nilai Islam dan tentu saja kurikulum pemerintah yang sekarang disebut merdeka belajar.
Kali ini panitia dan pengisi acara kolaborasi antara Forum Orangtua Siswa (FOS) yang membentuk panitia perpisahan, guru-guru dan siswa kelas 6 sendiri. Bagi siswa, makin tampak hasil dari pembelajaran leadership yang dipadukan dengan kegiatan harian, tercermin dari kemampuan publik speaking siswa yang menonjol.
Karya dan prestasi lainnya juga terlihat progesnya, tinggal mempertajam di tingkat pendidikan selanjutnya. Tahfidz dan tahsin Al Quran, saya pribadi sudah mengaku kalah dari semua 46 siswa yang lulus. Seni lukis, olah raga, futsal, panahan, taekwondo, seni puisi, bahkan puisi “Teman Terbaik” yang dibawakan sang spesial Raisa, mampu memukau dan membuat hening ruangan, piano dan musik, seni tari, bahkan gamers pun diberi kesempatan untuk menjadi profesional. Tak ketinggalan, yang memang kuat di akademik, meraih prestasi dengan ikut OSN sampai tingkat Nasional di fasilitasi. Sekolah yang membantu siswanya menemukan apa bakat dan minatnya sendiri.
Dari 46 lulusan, ada 4 orang teman “spesial”, Ada Bazil, Karangka, Raisa dan Gea. Semuanya inklusif, berbaur bersama dikelas dengan spesial nya masing-masing, tidak dibedakan. “Semua teman spesial itu dekat dengan adek yanda”, suatu hari Fey sempat cerita “Bazil, satu jemputan pulang sama adek, rame yanda, Raisa itu spesialnya tidak kelihatan yanda, kita sering main, Gea, itu, yang adek pernah nginap dirumahnya, dia hebat yanda, bahasa inggris nya lancar, karna dia memang pernah di Australi, Karangka juga, sering main sama adek”. Saat dia cerita itu, serasa menceritakan diri bapaknya sendiri, saya dekat dengan teman-teman “spesial” saat sekolah dulu. Tapi konteks spesialnya mungkin berbeda.
Saat ditampilkan cuplikan video semua siswa dengan cita-cita masing-masing, berani bermimpi terlihat disana. Semua didorong untuk bercita-cita, guru, dokter, pengusaha, atlet, gamers, ahli biologi, dokter hewan, penulis, sutradara sampai angkasawan. Semuanya di motivasi untuk bermimpi, ini sangat sejalan dengan nilai-nilai Islam, bahwa “Allah itu menurut prasangka hambanya”, bercita-cita adalah prasangka baik terhadap masa depan yang hanya Allah Yang Maha Mengetahui.
Yang tak kalah menarik dan bikin hati melunak, bukan saja penampilan siswa yang berhubungan dengan gurunya, tapi ada satu melodrama guru-guru yang mempasionasikan murid-muridnya, lucu dan menghibur, tapi membuat mata saya berkaca-kaca, sebegitu dekatnya guru dan murid, sampai tampilan, cara bicara, cara bertingkah, di copy paste semua dan jujur, poin inilah yang membuat saya jatuh hati pada sekolah ini, sampai 3 anak, kami titipkan. Hubungan guru dan murid, beberapa tulisan sebelumnya sudah pernah diceritakan.
Satu guru berakting menjadi satu siswa, Pak Deri berperan sebagai Bazil, Fey diperankan Bu Tia, Arkan oleh Pak Faisal, Pak Riki sebagai Jundi, Bu Fitri sebagai Jihan. Semua 27 guru memerankan satu siswa. Dalam bentuk drama-drama singkat yang mengangkat potongan-potongan kisah para siswa. Anak-anak, baik yang diperankan maupun yang melihat bahwa temannya memang seperti itu, histeris. “Bangun apa ini Gea?” Bu ika dalam peran guru, “its easy, circle” jawab Gea yang diperankan Bu April, anak-anak tertawa, persis benar Gea yang “spesial” dengan bawaan serius. Scene Malika, Zara dan Cana berbelanja di koperasi pun tidak luput dari pasionasinya, “eh bener, mereka memang selalu bertiga kalau ke koperasi” komen anak-anak sambil tertawa senang. Bahkan Fey didorong-dorong Aline saat rapat SLHT tak luput dari pantauan guru, menghibur dan mengembangkan hati, harusnya memang begitu hubungan anak dan guru, Dekat.
“Mudah-mudahan kita bisa mendapatkan sahabat sejati karena sesungguhnya persahabatan dan persaudaraan yang dijalin dengan keimanan dan ketaqwaan akan mengantarkan kebaikan bagi setiap orang” cuplikan terakhir Sambutan Uni Feyka menjadi harapan para siswa SD Kreativa angkatan ke 10, Gen X, yang nanti akan dikenang dalam buku tahunan yang covernya hasil karya Karima, teman yang jago bermain Piano.
Selamat menempuh pendidikan selanjutya Gen X, insya Allah semua harapan dan cita-cita direstuiNYA. Terimakasih tak terhingga buat ibu bapak guru, yang telah membersamai, mendidik, menjadi teman yang dirindu, menjadi pendidik dalam arti sebenarnya, semoga Allah memberkahi.
Terimakasih buat pendukung sekolah, Pak Satpam, Ibu Kantin, team kebersihan. Yang juga sudah berkontribusi menjadikan sekolah aman dan nyaman buat anak-anak, semoga Allah membalas dengan balasan yang terbaik
Satu lagi si bujang, naik ke kelas 3, kami titipkan.
Bogor Valey, 15 Juni 2024 #TasyakuranGenX