Mama dan nak bujang Part-50: Gagal ikut tamasya akhir SMP

Tamasya

Masa menunggu hasil EBTANAS SMP, sebenarnya ada satu kegiatan terakhir sekolah, yaitu tamasya perpisahan semua anak kelas 3, memang belum tentu lulus. Saya gagal ikut karena harus bayar iuran, saat itu saya benar-benar menahan diri untuk pengeluaran diluar biaya resmi sekolah.

Teman-teman tamasya ke Pariaman, pantai gondoriah dan pantai padang kalau tidak salah, naik bus bersama. Selain terbentur biaya, saya juga terbentur dengan mabuk darat. Paling tidak bisa naik bis atau mobil, pasti muntah. Kan tambah malu kalau selama perjalanan tidak bisa menikmati.

Keseruan tamasya itu saya ketahui dari foto-foto 25 tahun setelahnya, setelah teman-teman group WA alumni SMP 1 Solok 1996 membagikan. Membuka cerita yang mengembirakan bagi teman-teman, dan menjadi pembuka kesedihan bagi saya, karena tentu saja tidak ada wajah saya dalam foto-foto itu.

Sementara itu saya menyelesaikan membantu mama di sawah dan memuaskan diri di kampung, karena kalau saya jadi sekolah di SMK Karya Padang Panjang, jangka waktu pulang ke kampung pasti akan lebih lama, kesempatan bertemu mama, nenek dan adek-adek paling cepat setiap semester, 6 bulan. Tidak seperti di Solok yang relatif bisa diakses agak cepat.

Setelah EBTANAS paraktis terputus hubungan dengan teman-teman. Menunggu hasil ujian dengan deg-degan, apakah memuaskan atau malah jauh dari yang diharapkan.

Dufan, 10 Agustus 2024 #TamasyaSMP

Leave a comment