Racana para pramuka hebat.

Pelantikan Anggota Pramuka Unand 2000

Saat saya pertama kali berkomunikasi dengan pendiri Pramuka Unand, Racana Swarnadwipa, kak Fachri Sulaiman, diplomat senior Indonesia yang saat itu berdinas di Kedutaan Indonesia Singapura. Pada momen ulang tahun ke-14 tahun 2000, momen lagi semangat-semangatnya mengembangkan web untuk media informasi dengan niatnya me-online-kan Pramuka Unand.

Untuk keperluan link history, saya menghubungi Kak Fachri dengan email dan di jawab dengan sejarah detail berdasar timeline pendirian Racana Unand, mulai dari masa ide, persiapan dan secara resmi dikukuhkan oleh Kak Azwar Anas Kamabida saat itu di Buper Pulau Belibis kota Solok.

Di satu frasa, kak Fachri menulis kalimat yang membekas dan membuat saya sedikit jumawa sebagai anggota Pramuka Unand, maaf, maaf benar, tapi faktanya begitu. “Yang bisa  masuk Pramuka Unand adalah orang-orang terpilih dan orang-orang hebat, bagaimana tidak, harus lulus dulu sipenmaru untuk masuk Unand, mengalahkan ribuan kompetitor baru bisa masuk Pramuka unand”

Dan memang benar, saat itu anggota Pramuka Unand menguasai Dewan Kerja Daerah Pramuka Sumatera Barat, para pramuka organisatoris, Pramuka pemikir, yang benar-benar menjadikan setiap aturan kepramukaan sebagai aturan untuk berkegiatan. Juga para perancang kegiatan besar minimal tingkat Sumatera Barat.

Disisi itu, saya angkat tangan. Saya Pramuka dari daerah yang taunya Pramuka itu adalah hobi, pramuka itu keluarga, persahabatan,  organisasi ya sekedarnya. Saya belajar tentunya dan membawa hal positif tersebut ke satuan asal saya di Padang Panjang, sebagai Sekretaris DKC saat itu. Kami merancang kegiatan dengan benar sesuai aturan, saat itu kami sukses menyelenggarakan Raimuna Cabang, Pelatihan Pramuka Penegak, dan beberapa kegiatan lainnya murni dari rancangan dan pemikiran DKC sendiri.

Internal Racana saya mencoba juga mencari kira-kira dibagian apa bisa berkontribusi maksimal. Ada kesempatan mengikuti Pelatihan Instruktur Muda Racana (PIMR) V 2001 di UNY waktu itu, menjadi momen untuk berkontribusi pada manajemen dan perancangan kegiatan dialam terbuka. Sepulang dari PIMR kami mulai merancang SOP dan materi pelatihan untuk pendidikan kegiatan alam terbuka Racana Unand.

Secara pribadi, pesan pendiri racana tertanam kuat, “kita ini pramuka terpilih”. Rancangan kegiatan alam terbuka saat itu juga diwarnai oleh pesan itu. Pelatihan-pelatihan teknis yang mengarah pada keahlian merancang kegiatan, lumayan hidup saat itu. Bagaimana manajemen perjalanan yang benar, manajemen kegiatan alam terbuka dengan peserta sampai 1000 orang, termasuk teknis turun tebing, peta topografi, manajemen SAR, sampai pada pelatihan dasar survival.

Semua rancangan kegiatan pelatihan yang dibuat-buat apalagi berbentuk perploncoan, kami hilangkan. Tidak ada waktu itu merayap di lumpur diteriaki senior, tidak ada jurit malam di kuburan, coreng-muka kayak pasukan komando mau perang, tidak. Tapi diaktual kegiatan semua itu dapat, perancangan jalur pengembaraan mengakomodasi itu. Ada jalur yang memang harus merayap untuk melaluinya, ada jalur yang kalau tidak dilalui memang bikin merinding lebih dari kuburan karena tidak bisa keluar dari hutan. Ada jalur penuh daun yang kalau kena terasa di tusuk ribuan jarum, ada jalur yang sepanjang waktu harus basah-basahan. Dan pada akhirnya keluar dari jalur pengembaraan lebih dari coreng moreng ala pasukan komando, berdarah-darah malah. Semua itu di rancang untuk pendidikan orang-orang hebat.

Dengan banyaknya kegiatan alam, apa yang kami pahami dari pramuka akhirnya lambat laun terbentuk, persaudaraan dan kekeluargaan, tapi dengan dasar ilmu yang benar juga, terukur. Karena bagaimanapun kegiatan alam adalah pendidikan terbaik untuk membentuk pribadi-pribadi yang terikat secara mental dan hati dan itu adalah inti kegiatan kepramukaan.

Sehingga beberapa momentum kegiatan alam besar bisa terlaksana saat itu, pengembaraan gunung nago 3 hari 2 malam angkatan 2001, pengembaraan pendakian gunung Singgalang angkatan 2002, angkatan “marmud cadas” yang tercatat sebagai pendakian peserta terbanyak 21 orang.  Penyelenggaraan cabang lomba cross country di HUT 15 tahun 2002 2 hari satu malam diikuti lebih dari 500 orang, jadi trademark tersendiri Pramuka Unand.

Yang pada akhirnya semua kontribusi itu menjadi bekal tak ternilai dalam perjalanan karir dan kehidupan setelah purna.

Dirgahayu Pramuka Unand ke-38, “kalau tidak bisa menjadi matahari, jadilah bintang”. Tetap menjadi satuan Pramuka HEBAT. 💪

Bogor, 1 September 2024 #HUTRacanaSwarnadwipa.

Leave a comment