
Kalau di matematiskan rasanya banyak pinta yang tidak mungkin untuk di penuhi, tapi impossible is nothing buat Yang Maha Memberi, salah satunya karna doa yang di kabulkanNYA. Doanya dia yang 42 tahun hari ini.
Uni, Allah hadirkan tak menunggu lama, rumah tempat tinggal saat mulai hidup di rantau tentu menjadi kebutuhan utama, kalau di fikir mustahil rasanya dengan kondisi saat itu, tapi Allah SWT bukakan jalan, perantara dia. Berlahan, sedikit demi sedikit, bertumbuh terus sampai tak layak rasanya kalau tidak di syukuri, waktu ke waktu.
Pintak itu doa juga, pinta yang di iringi dengan berhusnuzan kepadaNYA, bahwa Allah itu bersama prasangka hambanya. Adek hadir, rumah sudah, berharap kendaraan lagi, karna berempat di motor rasanya susah tidak aman dan nyaman, tak mungkin juga rasanya saat itu, tapi Allah SWT lagi-lagi mengabulkan doanya, persis seperti yang di impikannya, Allah mudahkan.
Hidup terus bergulir, bersama, ombak dan riak selalu bergulir kemudian menghempas ke pantai, tenang lagi, berulang. Hadir Abang si bungsu, yang ditunggu dan harap dari pertama, Allah kabulkan doanya. Uni dan adek beranjak remaja.
Kemudian datang rezki tiba-tiba yang rasanya tak mungkin juga, antara galau dan syukur jadi satu. Terpenuhilah apa yang kalau normal, tak mungkin juga rasanya, semua hutang selesai, juga bisa membantu orang-orang tersayang lepas dari hutang, hidup tenang.
Anak-anak mulai sekolah, kehidupan mulai bergerak ke ujung tertinggi kurva parabolik, efisiensi paling tinggi kalau di pompa sentrifugal, yang nantinya akan mendatar kemudian mulai menurun. Tantangan paling tinggi biasanya pada saat proses menanjak dan proses turun kembali, perlu disiapkan bekal dan startegi untuk itu, kita manusia kewajibannya berencana, berjuang dan berdoa, apapun hasilnya apakah kita nikmati kini atau nanti sepenuhnya takdirNYA.
Buat kami pendidikan adalah bekal paling realistis untuk disiapkan dan distrategikan. Doa dia yang 42 tahun hari ini, kembali di ijabahNYA. Dia doktor diusia 40 dan saya Magister di tahun yang beriringan setelah terpendam lama untuk mencapainya .
Hidup tidak selayaknya mengalir seperti air, saya orang teknis yang profesinya di bidang pompa, tak makan kami kalau air di biarkan mengalir begitu saja, tak jualan nanti. Pompa gunanya mengalirkan air ke tempat yang air itu sendiri tidak bisa untuk mengalir. Begitu pula kita, rencana harus selalu di perbarui, agar hidup yang memang sudah di gariskanNYA, semakin bermakna, doa dia yang 42 tahun hari ini insya Allah selalu mengiringi.
Rencana dan doa, bukti kita tunduk kepadaNYA, firman-nya “aku bersama prasangka hambaku”, jewantahannya adalah selalu berencana, serealistis mungkin, startegi kan cara realisasinya dan tidak berhenti berdoa, dan haqqul yakin doa belahan jiwa yang bahagia akan selalu Allah ijabah dan kabulkan.
Selamat bertamah usia dan jangan berhenti berdoa mama FaFeyZid, sampai kelak kita semua tidak lagi berdoa di FirdausNYA. Kami semua berharap doa mama. 🥰.
Bogor, 28 Januari 2025 #42mamaFaFeyZid