
26 Juli 2025, hari ke-6 umrah mandiri kami, kegiatan makin terpola. Sampai di masjidil haram minimal 1 jam sebelum azan, agar bisa nyaman baik dari sisi akses masuk, maupun pemilihan tempat di dalam area masjid. Kurang dari itu, terutama Zuhur dan ashar, akan kesulitan untuk masuk, bisa jadi dapat di roof top, lumayan panas.
Tidak perlu kawatir kekurangan minum, di sepanjang jalan menuju masjid banyak sedekah air gratis dari pemerintah dan warga Saudi, apalagi di dalam masjid, air zam-zam di setiap sudut, rasanya tidak perlu untuk bawa tempat minum, biar lebih efektif, kecuali untuk persiapan di hotel. Lokasi zamzam dua type, pertama portable drum warna coklat yang di refill setiap habis dan stasiun zamzam fix yang terintegrasi dalam system distribusi zamzam di masjid dan diluar masjid, di stasiun ini boleh di ambil untuk persiapan di hotel, kalau di portable tidak boleh. Khusus jamaah Indonesia selalu di tawarkan untuk di bantu ambilkan zamzam, “indonesia? Zamzam?”, siapkan lah koin atau duit kecil sereal dua real untuk petugas yang bantu, Indonesia terkenal dengan kedermawanannya. ☺️
Hari ke-6 mulai terasa impak ke betis sampai pinggang, tawaf di lintas dalam masjid baik lantai dasar, 1 dan 2, setelah saya ukur detail dengan GPS, memiliki panjang jalur 810 m, artinya 7 putaran 5.7 km, kalau sehari 4 kali tawaf, semua shalat wajib kecuali sesudah isha, total sehari 22.7 km, setara dengan half maraton, ditambah jarak dari hotel pulang pergi 1.4 km, kali 5 waktu, 7 km, total dalam sehari 30 km. 35 ribu langkah. Merupakan kegiatan fisik yang tidak kaleng-kaleng. Perlu sekali perda nyeri otot, counterpan atau sejenisnya, oleskan sebelum tidur agar pagi segar lagi. Juga pastikan vitamin untuk tetap sehat.
Hari ini setelah subuh saya hanya kuat tawaf satu putaran, semalam kemalaman pulang ke hotel. Buru-buru kembali untuk istirahat ke hotel, tertidur sampai 9.30, makan dan menjelang Zuhur jam 10an kami kembali ke masjid, pakai ihram untuk bisa akses ke lantai ground. Rencana kami full di masjid dari Zuhur sampai isya hari ini. Setelah ashar kami keluar sesaat arah zamzam mall, makan di food court lantai 5 dan sambilan sesuatu yang tidak tertahankan kalau jalan dengan istri, ya, shoping “jangan jadi Rojali” katanya ☺️.
Arah zamzam tower ada beberapa WC, WC no 8 pas di depan pintu 79, tetapi tidak ada Closet duduk, yang ada WC no 6 dan 3 untuk laki-laki dan WC 4 dan 7 untuk perempuan. WC no 3 dan 4 dua tingkat, usahakan jangan antri, jalan terus turun ke lantai bawah, agar tidak menumpuk dan bikin macet. Minum zamzam juga begitu, banyak sumber, jangan antri tapi jalan saja sedikit akan ada yang kosong. Setelah isya kami agak cepat ke hotel, rencana besok sebelum subuh tawaf dulu.
27 Jul 2025, hari ke-7. Jadwal hari ini pindah dari hotel worth elite ke Pullman zamzam. Kami telat lagi bangun subuh ini, sudah lewat azan pertama baru ke masjid, rencana tawaf sebelum subuh kami geser ke setelah subuh. Masuk masjid dari pintu 79, sudah di alihkan ke kiri dan hanya bisa akses tempat shalat, jalur ke pelataran Ka’bah sudah tutup, baru setelah subuh kami turun ke pelataran untuk tawaf, membludak.

Masjidil haram ada 4 lantai, pelataran Ka’bah, bisa di akses dari pintu 79, 40, 19, 15, 5, 3 dan 1. Lantai ground, area shalat dan jalur masuk ke pelataran Ka’bah, bisa di akses dari pintu 94, 37, 33, 30, 15, 21, 4, 3. Lantai 1 bisa di akses dari pintu 92, 91, 66 dan 16. Lantai 2 bisa diakses dari pintu 66, 63, 84, 2, 1, 91 dan 92. Semua lantai punya jalur tawaf. Pelataran Ka’bah dan ground punya akses yang saling tersambung. Tapi ground dengan lantai 1 dan 2 tidak semua sisi ada akses, harus lewat pintu yang sudah di tentukan. Kalau dari arah tower Zamzan dan WC 6, pintu yang dekat 79 dan 84.
Kami check out dari hotel worth elite jam 9.45. Mendorong 2 koper besar sekitar 500 m, lumayan berkeringat, ya ini satu tantangan umrah mandiri, ya semua mandiri. Tidak naik taxi karna jadi mutar jauh. Jam 10 sampai di Pullman zamzam, rupanya bisa lansung check ini, tidak menunggu jam 4 sore. Lansung siap-siap zuhur, bisa sedikit lebih santai karena pintu 91 Masjidil haram lansung hadap-hadapan dengan zamzam tower.
Habis Zuhur, lansung saya turun ke jalur tawaf, istri juga “tawaf” di zamzam mall, 🤪. Hari ke-7 makin terasa efek pinggang ke bawah. Lobi Hotel Pullman ada di lantai P11, dari pintu masuk tower, lurus dan belok kanan setelah counter jual parfum, menuju lift, ada di belokan pertama bisa kiri dan kanan. Naik dulu ke P11, Pullman ada di sebelah kiri, seberangan dengan hotel Raffles Palace. Untuk ke kamar Pullman punya lift sendiri di depan lobi, lift A sampai D untuk akses semua lantai dari 1 sampai 25, lift E khusus untuk lantai di atas 25.
Food court ada di lantai P4, macam-macam rentang harga rata 20-50 real, sesuai menu. Kami cocok dengan hampir semua menu yang ada nasinya, ada martabak Mesir juga. Dan diingat saja, satu porsi orang Arab untuk 2 orang kita, jangan kemaruk beli menu sendiri-sendiri ya, bisa untuk 3 kali makan nanti 😊.
Lokasi shalat di pintu masuk 91 agak lebih crowded dan lebih berisik. Magrib kami masuk lewat pintu 84 lagi, tapi telat, sampai masjid sudah 6.45, magrib 7.03, dapat di roof top, lumayan masih panas, isya turun lagi ke lantai 1. Rupanya magrib ke isya ada halaqoh, malam ini sepertinya membahas hadis, cuma sayang tidak ada opsi terjemahan ke bahasa asing, jadi tidak bisa ikut. Juga setoran hadis anak-anak remaja Saudi ke Syaikh nya, saya sempat tanya ke Syaikh dan siswa nya, ini program ilmu hadis rutin setiap hari para siswa setoran hafalan dan pemahaman hadist nya. Saya juga diinfokan ada cabang di Indonesia, di beri tau ada kantor administrasi tepat di samping perpustakaan Masjdil Haram kalau berminat daftar.
Malam ke 7 ditutup dengan temani istri “tawaf” lagi di super market Bin Dawood, sayap kanan pintu masuk zamzam tower.
Pullman Zam-zam, 27 Juli 2025 #umrahMandiri.