Pelaksanaan Umrah Mandiri hari #8

Area sholat pintu 84

28 Juli 2025, hari ke delapan dan hari terakhir kami di Makkah dalam perjalanan umrah mandiri kali ini. Ke Masjidil haram untuk subuh, masuk dari pintu utama, King Abdul Azis, kami mau tawaf lagi pagi ini.  Tapi telat lagi, jam 3.15 baru sampai masjid, waktu subuh 4.25. Turun ke bawah pelataran Ka’bah sudah pada di tutup, istri dapat tempat shalat di samping bawah tangga, saya di usir, keluar masjid lagi, memutar ke pintu 79, rupanya tempat sholat area pintu 79 juga sudah di tutup, diarahkan ke jalur tawaf lantai ground. Sambil menunggu subuh bercerita dengan jamaah dari Semarang ikut travel Al Fajr.

Setelah subuh kami lansung ke pelataran Ka’bah untuk tawaf dari pintu king Abdulaziz, padat. Target pagi ini bisa mendekati dan menyentuh hajar Aswad, mengikuti kemauan istri, boleh lah, mengawal menyentuh Ka’bah okelah, asal jangan di minta korupsi. ☺️. Hajar Aswad fail, tapi dapat menyentuh rukun Yamani, insya Allah di tawaf wadha nanti malam di ulang lagi.

Dari tawaf istri minta di temani ke Toserba Panda, ada di gedung terpisah bersebelahan dengan tower zamzam. Taunya jalur akses Terhubung lansung ke lift tower zamzam, tidak ketahuan kemaren, akibat cukup jauh berputar kedepan pintu utama tower zamzam, dorong 2 koper besar. Lewat jalur ini, tinggal masuk di Mac donal, belok kiri dikit lansung kedepan lift akses ke P11 zamzam tower.

Zuhur dan ashar kami di masjid, masuk pintu 91, tetapi shalat di area pintu 84, lokasi paling nyaman di Masjidil haram, menikmati hari-hari terakhir di ujung sesi Makkah umrah mandiri kami. Tidak tawaf lagi, karena nanti malam setelah isya kami berencana tawaf perpisahan, tawaf Wadha, jadi hemat energi. Setelah ashar kembali ke hotel untuk persiapan magrib dan isya.

Magrib masuk lewat pintu 91 lagi dan kembali lagi ke pintu 84, padat terus sekarang. Menunggu isya ketemu jamaah dari Cianjur, sama-sama Jawa Barat, sama-sama dari daerah dingin. Infonya Madinah lebih panas, saya cek di perkiraan cuaca online, memang lebih panas 2 derajat.

Setelah isya, jam 9.30 kami lansung menuju pelataran Ka’bah melewati pintu king Al Fahd. Tidak terlalu padat dan terasa lebih nyaman, tidak panas. Menemani istri untuk bisa ke hajar Aswad, tapi tetap tidak dapat, cuma bisa menjangkau Ka’bah. Alhamdulillah 10.45 selesai tawaf wadha dan mengucapkan selamat tinggal ka’bah, kiblat 2 milyar muslim, semoga ada kesempatan lagi di waktu mendatang. Kembali ke hotel, menunggu makan malam antri, istirahat telat sudah jam 00.00.

Tawaf Wada’

Pullman Zam-zam R2132, 28 Juli 2025 #UmrahMandiri

Leave a comment