
Da Wi awalnya dinas di Brimob Polda Sumbar, di Padang Sarai, ada tulisan saya cerita dengan mama waktu naik sampan menyebrangi hutan magrove pasir Jambak, saat berkunjung ke sana. Kemudian pindah ke Padang Panjang, kompi C, saya sudah beberapa kali juga berkunjung ke asrama ini jalan-jalan dan raun sama mama, sebelum akhirnya memutuskan sekolah di SMK Karya Padang Panjang.
Asrama ini terletak di pinggir jalan raya Padang-Bukittinggi, tepat di depan masjid Nurul Iman, Silaing atas, dekat pertigaan dan lampu merah jalan pintas ke Bukittinggi. Dibelakangnya ada saluran irigasi yang sumber airnya dari Lubuk Mata Kucing berair jernih, sekaligus jadi pembatas asrama dengan tebing sungai, cocok untuk asrama satu akses dari depan. Pos penjagaan kalau dari depan sebelah kiri, saya lupa apakah kantor utama sudah ada waktu itu atau belum, rasanya belum.
Da wi dan Ni Jas saat itu tinggal di lajur tengah asrama, kalau dari depan ada asrama lajur paling kiri, untuk prajurit senior, dipisahkan oleh jalan, kemudian di tengah punggung-punggungan dengan asrama atas untuk prajurit lebih junior yang sudah berkeluarga. Di depan, di belakang pos jaga ada asrama untuk prajurit muda yang masih bujangan. Rumah komandan ada dipinggir jalan pas depan masjid, dibelakangnya lapangan bola.
Yang saya ingat, kami mandi masih di saluran irigasi belakang asrama, kalau pagi suhu di Padang Panjang bisa dibawah 20°, menggigil, jauh lebih dingin dari di kampung. Dori, anak pertama Da Wi dan Ni Jas yang jadi teman mandi pagi, masih SD waktu itu.
Tahun 1993 masih orde baru, Brimob yang merupakan pasukan elit kepolisian masih ada dalam organisasi ABRI. Disiplinnya militer yang buat saya rasanya kurang cocok, lewat depan penjagaan saja rasanya selalu deg-degan, karena itu saya memang sudah bilang ke mama, saya tidak mau tinggal di asrama Brimob, alasannya itu tadi, disiplin militer. Walaupun akhirnya kelas 3 semester 2 kelak, saya akhirnya pindah ke asrama karena di usir dari kosan.
Bagaimanapun asrama Brimob Padang Panjang menjadi cerita tersendiri dalam perjalanan hidup saya dan mama juga tentunya.
Bogor Junction, 6 September 2025 #mamaDanNakBujang