
2 hari ini musibah banjir, tanah longsor, galodo menerpa sebagian Utara sampai tengah pulau Sumatera, Mulai dari Aceh, Tapanuli Sumut, sebagian besar Sumatera barat mulai dari Pasaman, Agam, Tanah Datar, Solok, Solok Selatan, Kota Padang, Pariaman, Padang Panjang, sampai ka Pesisir Selatan. Terendam, tertimbun. Berduka mendalam dan berdoa, semoga alam segera kembali tenang.
Keaslian, baik itu diri, kapasitas pemikiran, mental, akan teruji pada kondisi tidak normal, bencana salah satunya. Kepemimpinan benar-benar akan di uji dalam kondisi saat ini. Ingat betul kita, saat SBY baru beberapa bulan sebagai Presiden, tiba-tiba Aceh luluh lantak oleh tsunami. Tapi setelah itu kita juga lihat, kapasitas kepemimpinan beliau tidak saja menyelesaikan bencana, tapi juga menyelesaikan masalah Aceh yang sudah puluhan tahun. Menunggangi ombak untuk bisa melampaui beberapa tujuan.
Tapi bagi kita masyarakat, setiap ada bencana, kita perlu sekali sistem penyokong (support sistem) agar kita tetap merasakan bahwa kita tidak sendiri. Dalam kelumpuhan pemikiran bahkan berjuang hidup dan mati, mental dan fisik terkuras, sangat di perlukan entitas lain yang bisa memberikan kita harapan. Siapa mereka? Adalah para relawan, petugas kesehatan, petugas dapur umum, petugas tenda utama, pembersih lumpur, tukang cangkul, supplier baju bersih, tentu saja penyuplai makanan.l, baik dari masyarakat swadaya maupun dari struktur pemerintahan.
Bagi kita yang diluar area bencana, perlu sekali perhatian untuk menjadi support system para ujung tombak support system tersebut, kita support mereka dari ring 2, 3 dan 4. Kita utamakan mereka, dengan apa yang kita mampu, materi, peralatan, minimal doa. Jangan sampai kita yang di luar area bencana menjadi efek negatif bagi para support sistem ini.
Tidak ada badai yang tidak akan berlalu, semoga yang terdampak bencana bisa cepat pulih secara mental, fisik dan ekonomi.
Doa untuk Aceh, Sumut dan Sumbar.
Bogor, 29 November 2025. #PrayForAcehSumutSumbar