Mama dan nak bujang Part-54: Kosan Pak Zuhelmi

Rumah Pak Zuhelmi Azis Guguak Malintang

Saya lupa, apakah waktu mendaftar SMK Karya bersamaan dengan Alm. Surimariadi (Edi, mantan anggota DPRD Kab Solok) dan sepupu saya Desrizal (Iboy). Kami bertiga dari kampung masuk di tahun yang sama, Edi sebenarnya lebih tua setahun dari saya, alumni SMP 5 Kota Solok, Iboy seangkatan alumni SMP 3 Solok, kami sama-sama satu kosan di rumah Pak Zuhelmi.

Sorenya sesuai rencana saya dan Mak Etek mampir di rumah Pak Zuhelmi untuk melihat kamar kosan yang tersedia. Rumah beliau pas di belakang pagar SMA 1 Padang Panjang, dari lantai 2 terlihat asrama kelas unggulan. Masih sepi karena masih liburan.

Kalau jalan kaki masuk dari samping SMP 1 Padang Panjang, lewat kebun belakang, jalan setapak. Dari jalan besar ada jalan bisa mobil ke Guguk Malintang. Didepan rumah beliau ada mushalla.

Kamar kosan ada di bagian samping kiri bangunan rumah utama, lantai 2. Dibawah ada 2 kamar dia atas juga 2, satu kamar ada 3 ranjang tingkat. Saya pilih kamar bawah tengah, ranjang bawah saya, ranjang atas buat Iboy. Edi di kamar depan bawah.

Masih ada nenek ibu istri Pak Zuhelmi dan Angga, anak adik istri pak Zuhelmi, yang ketemu sore itu. Tidak lama kami disana, setelah pesan kamar siap-siap kembali ke Solok. Perjalanan dengan PO Tanjung Jaya yang jadi momok buat saya.

Persiapan untuk mulai kehidupan baru di Padang Panjang’ bermula.

Sentul City, 25 Desember 2025. #Mama&NakBujang

Leave a comment