Hampir Separo Eyang

Eyang, panggilan sayang cicit cicit buat nenek kami, berpulang di umur 94 tahun 2018 silam. Sangat kuat sampai akhir, aura cantiknya beliau di masa muda tercermin sampai tua. Dan hari ini hampir separo eyang sudah di anugerahkanNYA kehidupan yang berharap selalu di berkahiNYA, sampai kapan? Itulah rahasiaNYA, yang perlu adalah persiapan kapanpun itu datang.

Kalau posisi cara fikir dan kondisi kehidupan dianalisa dengan hirarki kebutuhan Maslow dan program-program orde baru jaman Pak Harto, di separo eyang ini sudah sampai mana kira-kira? Hirarki pertama adalah physiological needs, kebutuhan fisiologi, kebutuhan dasar untuk kehidupan, kalau dijewantahkan ke istilah orde baru, kebutuhan sandang pangan papan, makan, minum, pakaian, tempat tinggal. Alhamdulillah tempat pulang, penutup aurat, penegak tulang punggung cukup lah.

Hirarki kedua safety needs, rasa aman, orde baru menyebutnya kondisi ipoleksosbudhamkannas yang terkendali. Ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan nasional. Alhamdulillah, mengupayakan selalu merasa cukup, rasa-rasanya hirarki kedua ini juga okelah, walaupun kadang-kadang rasa aman aspek ekonomi masa depan jadi kepikiran juga, apalagi dolar meroket terus. 🙂‍↕️

Hirarki ketiga social needs, kebutuhan sosial, kalau disambungkan dengan program ordebaru diantaranya  keluarga berencana, dua anak cukup, ini udah 3, ya berlebih-lebih nikmat rasanya, KELUARGA. Ada juga program Kelompencapir,  berjaringan sambil diskusi, buat anak sekolah ada cerdas cermat, berlomba sambil berkawan kawan. Ya sikit banyaknya untuk diri yang semi introvert cukup jugalah hirarki ketiga ini.

Hirarki ke empat esteem needs, pencapaian, penghargaan, status, reputasi,  dan sejenisnya. Berbeda mungkin tiap orang, kalau buat kami pencapaian diukur dari pendidikan, ya ini masih berjuang dan berusaha untuk sampai level pendidikan tertinggi, melanjutkan program wajib belajar 9 tahun masa orde baru ke wajib belajar seumur-umur. Recognition, ya cukup jugalah rasanya, kondisi saat ini buat anak desa pedalaman yang motor saja masuk kampung dikejar dan di arak-arak seperti melihat alien dari bulan. Alhamdulillah.

Yang tertinggi yaitu self-actualization, ini juga berbeda tiap orang, jaman orba dulu jadi anggota MPR rasanya tidak sesulit sekarang, aktualisasi diri bagi yang sudah selesai dengan dirinya, bisa jadi urusan golongan di gedung bundar. Ya kata kunci, selesai dengan dirinya, sepertinya masih belum saat ini. Tapi di satu dua kondisi ada jugalah sikit sikit.

Jadi, separo umur eyang bagaimana program  ORBA? Alhamdulillah, itulah satu kata singkat, syukur dan terima kasih kepada Yang Maha Memberi, semoga selalu di berkahi… Amiin..

Bogor, 22 Mei 2026 #HampirSeparoEyang

Leave a comment