Mama dan nak bujang Part-45: dua beradik di kota Solok

Dua beradik di depan kos PJKA

Kota ini di persimpangan. Dari Jakarta untuk masuk ke Sumbar, melewati Solok terlebih dahulu. Dari Solok bisa ke Padang dan pantai barat sumatera sampai ke Lampung. Atau kearah utara, solok ke bukittinggi, payakumbuh tembus ke Pekan baru. Atau arah Bukittingi kemudian ke pasaman untuk terus ke Medan. Jadi kotanya tidak pernah tidur.

Kotanya tidak besar, hanya dua kecamatan, Lubuak Sikarah dan tanjung harapan. Kantor walikota dipinggir sawah solok yang viral itu. Dan sejak Tahun 1993, rasanya kota ini tidak terlalu tumbuh, kecuali agak melebar ke arah ampang kualo. Dialek bahasa minangnya khas, “badatuh datuh”. Seperti di beberapa kisah sebelumnya, saat itu kota Solok bukanlah kota yang bisa di bilang ramah pada anak desa seperti kami. Gang-gang dan premanisme cukup terasa.

Kelas tiga SMP adek saya nomor dua masuk MTS Solok. Sekolahnya di komplek masjid agung simpang rumbio. Saat itu kami terpaksa pindah ke kosan yang lebih murah di kampung tuanya Kota Solok, dekat stasiun. Waktu itu masih ada kereta batu bara Sawah Lunto – Padang, sehingga cukup hidup area tersebut, juga dekat terminal. Kosan “penyelamat”, tidak ada sanitasi yang baik, yang lebih parah, WC harus bersabar, siram sekarang bisa sejam kemudian baru hilang. Makanya kalau kedesak, WC bisa terbang. Genangan air semacam kolam pas didepan kamar, sorganya nyamuk.

Rumah komplek PJKA sejak zaman belanda. Di belakang kantor Telkom Kota Solok. Dinding masih dari bata tebal, yang dilapis plaster dari semen lama. Berdebu. Lantai “tile” segi empat kecil dari semen lama juga, kalau yang di Jakarta, stasiun kota lama sebelum lantai di pugar, seperti itu. Jadul. Mama menitipkan kami ke ibu kos yang baik, juga uda anaknya yang hari-hari menjadi “bapak kos” kami. Binaragawan kota solok, badannya besar, lupa namanya.

Nenek beberapa waktu juga menemani kami, saat musim kesawah sudah selesai, menanti musim bersiang, biasanya nenek bersama kami. Buat saya dan adek, rasanya oke-oke saja. Sampai saya tamat kita di kosan ini.

Berdua beradik meraih asa, untuk menggapai cita-cita.

Aeon Mall, Sentul City, 16 Sep 2023.

Leave a comment