DBD

Dirawat DBD

Pancaroba riskan terhadap daya tahan tubuh, salah satu yang mesti diwaspadai adalah banyaknya kasus Demam Berdarah. Uni Fathi opname 5 hari minggu ini karena positif DBD.

Demam tinggi 39-40 derajat mulai dari kamis minggu lalu, biasanya turun dengan panadol tiga kali minum, tetapi ini tidak, sampai jum’at sore masih 39.5 derajat. Tanpa menunggu lagi, lansung masuk IGD, sudah lemas. Dokter lansung anjurkan rawat inap karena baru dua hari panas belum bisa di analisa apa penyebabnya, sementara kondisi fisik sudah tidak di sarankan rawat di rumah, infus dan obat turun panas membantu untuk mengendalikan.

Sabtu pagi setelah tes darah di infokan positif DBD, masih dalam tahap awal, trombosit mulai turun dari standar 145 ribuan ke 120 ribuan. dr. Felyani, langganan dokter anak kami menceritakan bahwa ini tahap awal, 5 hari trombosit akan terus turun, virus DB ini merusak pori jaringan darah, disitulah fungsi trombosit menambal jaringan yang rusak, tidak ada obat yang diberikan selama kondisi klinis terkontrol, banyak minum.

Memang sering ditemukan DB banyak berujung kematian, kuncinya ditahap awal ini, kalau ketahuan cepat bisa lansung di antisipasi, tapi kalau terlambat saat trombosit sudah melewati ambang batas minimum, itulah yang menyebabkan susah untuk recoveri. Selama ini kami taunya, kalau DBD yang pelana kuda itu suhu tubuh, tapi rupanya yang tepat itu trombosit. Suhu tubuh kadang bisa di kendalikan dengan obat penurun panas, tapi trombisit hanya bisa diketahui dengan uji lab darah.

Selasa lalu, sesuai perkiraan dokter, trombosit makin turun ke 92ribuan, cuma kondisi klinis baik, artinya proteksi alami diri anak berjalan bagus, lagi-lagi tidak diberi obat, hanya infus dan obat penurun panas, masih naik turun, minum yang diharuskan minimal 1500 ml sehari, 2 botol aqua. Rabu pagi dites lagi, trombisit mulai naik, pelana kuda. Hasil tes terakhir rabu sore trombosit sudah 142ribuan, dan dizinkan pulang.

Kalau anak kita panas sampai 39-40 derajat dan tiga kali pemberian obat tidak menurunkan, segera bawa ke IGD, jangan tunggu-tunggu, mungkin saja itu DBD. Penanganan awal menjadi kunci pemulihan kondisi anak kita.

Waspada pancaroba dan doa untuk pejuang Gaza Palestina, yang saat ini sudah black out total jaringan internet dan serangan darat jalur utara sudah mulai dari semalam, insya Allah sejarah perang yarmuk berulang. Amin.

Juga, Selamat hari sumpah pemuda 28 Oktober, “pemuda itu cara, bukan umur”. 

Bogor Junction, 28 Oktober 2023 #DBD #DoaGaza #SumpahPemuda

Leave a comment