Sewindu Si Bujang

Sewindu BZ

Bujang, panggilan anak laki-laki di ranah minang yang penggunaannya kerap pada saat kesal tapi sayang atau menggemaskan karena “kurenah” nya. Sewindu, 8 tahun bujang kami hari ini, tumbuh dengan perangai tidak jauh dari bapaknya, benar juga kata dr. Aisah Dahlan, bahwa bapak itu umumnya lebih mengenal anaknya secara naluriah, karena seperti melihat dirinya sendiri.

Tumbuh di antara sayang uni-uni dan mamanya, menjadikan dia laksana raja diantara ratu-ratu, berkuasa. Ritme tumbuhnya kami biarkan normal sebagai anak lelaki, terpuaskan untuk bermain. Setiap hari sekolah sampai jam 3, mengaji jam 4 sampai magrib, tidur jam 9, masa-masa kosong adalah waktunya dia bermain. Sabtu, setelah olah raga pagi, pun minggu, setelah latihan taekwondo sampai jam 9, setelah itu waktunya dia bermain. Anak laki-laki yang terpuaskan hasrat bermainnya waktu muda, saat dewasa akan lebih bijaksana terhadap waktunya, ada penelitian yang mengungkap itu.

Sejak umur 4.5 tahun sudah mulai latihan beladiri, maksud kami bukan ingin dia jadi atlet, tapi paling tidak ada kegiatan yang mengakomodir satu sisi “liar” dia sebagai lelaki, latihan fisik dan mental. Hasrat “bertempur”nya tersalurkan, pertandingan “kyorugi” pertama tingkat jabodetabek, bisa merasakan menang, “menanggungkan” dihajar lawan 🤣, dapat perak membuat dia makin semangat. Di dojo Rusa, tempat dia latihan, jadi lawan tanding yang membuat teman-temannya bersemangat. Semangat untuk menghajarnya. 🤣.

Secara fisik, tumbuh layaknya Gen Z, menjulang, hampir sama tinggi dengan uninya yang sudah kelas 6 SD. Dulu di tempat latihan yang paling kecil, sekarang sudah setara dengan sabuk hijau, makanya kadang jadi samsak oleh sabuk-sabuk diatasnya, karena kelas berat naik satu tingkat saat latihan sparing. Pun disekolah, masuk ke kelompok tinggi diatas teman-teman.

Melankonisnya saat di “gaham” mamanya masih juga, raja perkasa, tapi hatinya lebih lembut dari para ratu. Ini kayak bapaknya juga sih 🤤. Tidak bisa di paksa dan disalahkan, kalau tidak karna kemauan dia, membatu. Tapi kalau dia mau, atau di kondisikan mau, apapun di terjangnya.

Selalu menjadi leader di sekolah, yang memang sekolah leadhership. “Sekarang iyad leader of pray, yanda”, setiap semester selalu berganti. Diikuti teman-teman, sedikit bicara, banyak bermain dan beraktifitas, sekali dia mengajak teman-temannya manut. Berteman dekat, tapi tidak banyak juga, ini lagi-lagi like father like son. Sekolah Kreativa menjadi rumah kedua tumbuh kembangnya, pendidikan merupakan basis.

Bertumbuhlah terus anak mama, selalu sehat dan kuat, kuat bukan berarti tidak ada air mata, kadang kita perlu itu untuk melunakkan hati, insya Allah kita siapkan waktu lelaki yang lama tertunda, untuk ke puncak gede secepatnya. 

8 tahun anak yanda.

Cibis 9, 13 Nov 2023 #sewinduBZ.

Leave a comment