Marapi rehat

Marapi, Feb 2001.

Singgalang, Tandikek, Marapi merupakan gunung satu akar melingkungi Padang Panjang, kota tempat kami sekolah dulu. Singgalang yang paling sering di jadikan start awal untuk ekspedisi pendakian gunung bagi para pemula, karena risiko yang paling kecil. Jalur pendakian dari tower RCTI mengikuti jalur tiang listrik, 4 jam sampai ke cadas dengan minim risiko nyasar, air yang tersedia banyak sampai ke puncak dan jalur yang rimbun, paling hanya memprediksi cuaca yang jadi tantangan, talago Dewi di puncak, bagi yang beruntung saat cuaca bagus, memanjakan jiwa.

Tandikek, yang banyak di jadikan latar belakang novel silat masa lalu, mempunyai jalur pendakian yang lebih menantang, hutan basah, pacetnya luar biasa. Jalur dari pos pemantauan silaing, sampai ke puncak tertutup rapat oleh pohon hujan khas tropis. Puncakpun tidak lepas pandangan, hutan dan pohon, masuk ke kawah yang masih berasap pun bisa diakses. Tandikek agak kurang menarik kalau untuk pendaki pemula, karena tertutup itu tadi.

Sedangkan Marapi adalah gunung berapi aktif, kalau Singgalang dan tandikek tidak ada batas vegetasi, full tumbuhan sampai ke puncak, Marapi jelas batasnya, batas cadas dan vegetasi. Pendakian marapi yang paling menantang. Perlu manajemen perjalanan. Sumber air yang terbatas, risiko pendakian gunung berapi pun cukup besar, jalur dari batas vegetasi yang penuh batu dan debu jadi tantangan tersendiri. Tapi itu pulalah menariknya marapi untuk di daki, saat di puncak merpati atau tanah lapang yang ada tugu Abel, kalau beruntung cuaca bagus, kita serasa di puncak ranah minang.

Jika pandang mata melihat ke barat ada singgalang dan tandikek, jelas. Melihat ke timur ada sago menyembul, ke selatan ada Talang menyapa. Berpaling ke utara, sayup-sayup Talamau, atapnya sumatera barat terlihat diatas awan. Buat para pendaki “ni’mat mana lagi yang akan didustakan”, naik Marapi serasa tuntas sudah naik semua gunung di ranah minang.

Namun kini, Marapi meminta rehat, dengan pintak yang juga tidak tanggung-tanggung, 23 pendaki jadi korban erupsi. 8 orang adik-adik kami dari Politeknik Negeri Padang pun masuk dalam lis “Mike Delta”. Berbagai cerita mengiringi, bahkan tidak tertutup kemungkinan jadi kasus pidana, lalai katanya.

Tapi bagaimanapun, marapi adalah magnet bagi para pendaki, walau saat ini rehat dulu barang sejenak, kelak Insya Allah marapi kembali pulih, karena bagaimanapun Marapi adalah bagian yang tidak akan terpisahkan dari lis peneguh jiwa penikmat pencarian makna hidup dari alam. “Alam takambang jadi guru”, buat kami Marapi adalah soko gurunya.

Citeureup, 11 Desember 2023 #rehatMarapi

Leave a comment