Andai saja ada jembatan

Selat sunda

Lebih 6 jam penyeberangan selat sunda hari ini, itu sudah plus nunggu kapal 1.5 jam dan antri lego jangkar lebih dari 3 jam menjelang pelabuhan Bakauheni, andai jembatan selat sunda terbangun, cepatlah terhubung jawa dan sumatera.

Prof Ali Berawi, Teknik Sipil UI, salah satu ahli yang berkontribusi dalam perancangan jembatan selat sunda, dalam kesempatan diskusi di satu kelas kuliah dan setelah diskusi tersebut beliau mengirimkan buku tentang added value rancangan jembatan ini, hasil penelitian, agar secara ekonomi bisa layak.

Pertanyaan saat itu, Kenapa tidak jadi dibangun setelah masuk PSN diakhir jabatan Pak SBY tapi di batalkan di periode awal Pak Jokowi.

Waktu itu saya mengutip alasan pak JK, jika selat sunda dibangun akan menghilangkan ciri negara maritim, juga menghilangkan operasi kapal pelni yang saat ini jalur selat sunda menjadi yang tersibuk dan ditambah alasan politis yang saat itu sangat bertolak belakang persaingan antara rezim sebelumnya dan yang baru terpilih, itu menurut saya.

Tapi beliau menjawab dengan alasan bidang ilmu pembiayaan proyek (project financing), dengan biaya lebih dari 200T, tidak layak secara ekonomi, tidak akan balik modal, padahal pembiayaan akan dari swasta atau saat ini dikenal dengan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), hampir semua proyek jalan tol, kereta cepat,  pelabuhan dan pembangunan mercusuar sepuluh tahun terakhir, termasuk IKN menggunakan cara finansial ini. Beliau mengabaikan dan no komen dengan alasan politik.

Toh, akhirnya bisa, contoh IKN yang partner swastanya, badan usaha yang sama dengan pengaju jembatan selat sunda. Semoga nanti usulan pembangunan jembatan ini   bisa di ajukan kembali, agar sempurna tol lintas sumatera – jembatan selat sunda, hasil karya anak bangsa. Seperti kata Prof Berawi “mas Anton, buat saya yang penting ada pembangunan, agar ahli-ahli teknik kita bisa praktekkan ilmunya, jangan malah jadi politisi”.

Selat Sunda, 5 April 2024 #pulkam

Leave a comment