
Sabtu kemaren, Bang Ziyad (BZ) ikut kejuaraan Nasional kedua, masih sebagai Pra-Cadet, pemula. Kejurnas Taekwondo Piala Panglima Kostrad, di GOR Ciracas Jakarta Timur. Kejuaraan yang memperlombakan cabang cukup banyak, selain pemula dan prestasi umum, juga ada cabang khusus prestasi TNI/POLRI. Pesertanya juga dari seluruh Indonesia. Dari 4 hari jadwal lomba, 9-12 Mei 2024, Team Teakwondo Rusa, Bogor dapat Jadwal 10-11 Mei.
Dari pertandingan 3 ronde yang cukup seru, BZ menang angka di semua ronde, rupanya kekalahan di kejuaran pertama tahun lalu jadi pelajaran, terutama teknik dan outfit, kenapa outfit? ☺️ kejuaraan pertama dulu, pakai protektor dada, selangkang dan helm dapat yang tidak pas, akibatnya sepanjang lompa, saat diserang bukan malah menghindar tapi perbaiki helem, passin protektor, di hajar la dia.
Dari sisi teknik juga, namanya pertama kali, intruksi tanding ala-ala bahasa korea belum terlalu ngerti, disuruh berhenti malah nendang dia, dapat peringatan. Di suruh fight malah hormat menunduk, di hajar lagi 🙂, tapi lumayan la taun lalu masih bawa perak.
Tahun ini lebih proper, selain persiapan teknik tentu saja outfit, sudah semakin tinggi, dengan sendirinya perlengkapan pelindung sudah mulai pas. Secara teknik juga, karna yang dinilai adalah semua tendangan masuk, maka harus tidak boleh santai, fight dari awal, cuma saat saya komen “ah menangnya kurang keren, kok gak ada kena kepala?” Dia jawab “Iyad udah coba untuk tendang kepalanya, tapi gak dpat-dapat yanda, shushah” sambil cengengesan.
Yang spesial juga, lomba kali ini di tonton dan diantar mama, begitu kali ya, mama buat kita para lelaki adalah “booster” dari semua semangat, setiap menang ronde, yang dia lihat dan angguk senyum ke arah mamanya, yanda yang teriakin, dicuekin. Mama is my power 😎.
Bukan tujuan jadi atlet sebenarnya, tapi di tempat latihannya memang menjadi syarat untuk naik tingkat harus ikut kejuaraan. Latihan taekwondo juga begitu, bukan tujuan prestasi sebenarnya, tapi lebih kepada membentuk karakter “laki-laki”nya, makanya lomba yang dipilih juga kyorugi, pertarungan, bukan pomsae, jurus-jurus. Agar sedikit banyaknya “sifat liar” bisa di pantik, laki-laki perlu itu untuk kepercayaan dirinya, tapi di tempat yang tepat, di gelanggang. Tapi kalau dapat prestasi, ya itu bonus.
Ciracas, 11 Mei 2024 #KejurnasKostrad