Mama dan nak bujang Part-48: EBTANAS SMP

SMP 1 Kota Solok
Sumber: http//smpn1solok.sch.id

Akhirnya sampai juga diakhir sekolah menengah pertama, Mei 1996, ditandai dengan ujian akhir sekolah, waktu itu namanya masih Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (EBTANAS).   Total 6 pelajaran, jadi kalau semua pelajaran nilai sepuluh, Nilai Ebtanas Murni (NEM) bisa 60.

Selain 6 mata pelajaran Ebtanas, ujianya disebut Ebta,  bedanya, kalau ebtanas semua soal dari depdiknas pusat, disegel dari Jakarta, sama di seluruh Indonesia, sedangkan Ebta dari daerah masing-masing, nilai Ebta akan masuk ke Surat Tanda Tamat Belajar (STTB). Masa itu semua pelajar fokus ke Ebtanas, karena NEM yang di dapat akan jadi syarat masuk untuk sekolah lanjutan, sedangkan STTB hanya sebagai persyaratan administrasi.

Tak ingat betul bagaimana suasana ujian saat itu, tetapi sebagai mantan kelas unggul tentu ekspektasinya tinggi, minimal NEM samalah dengan tamat SD, 42. Cuma tidak segitunya juga, karena sudah memutuskan mau melanjutkan ke STM, NEM jadi tidak terlalu dikejar. Kecuali akan masuk SMA, haruslah NEM tinggi,  persaingannya sangatlah ketat.

Selama ujian, nenek menemani, awal-awal ujian mama juga bersama di Solok, tetapi tidak lama karena persiapan ujian akhir SD juga. Dengan adanya nenek bisa lebih fokus belajar.

Terasa saat itu, ujian tidak semulus yang diharapkan, banyak soal yang tidak dengan percaya diri menjawabnya, terutama pelajaran Esakta, Matematika dan Fisika. Rasa-rasanya nilai tidak akan sesuai dengan yang diharapkan.

Libur setelah ebtanas menunggu hasil, saya pulang kampung, sementara terputus komunikasi dengan teman-teman.

Bogor, 25 May 2024 #ebtanasSMP1996

Leave a comment