Mama dan nak bujang Part-49: Menunggu kelulusan SMP

Jendela Sekolah Lanjutan Atas..

Saya pulang kampung setelah Ebtanas selesai dan menunggu kelulusan. Mama Ebtanas SD, tidak bisa kemana-mana, cukup lama di kampung sambil meyakinkan diri untuk sekolah selanjutnya. Setiap ujian SD biasanya dirumah ramai jadi tempat makan para guru-guru se kecamatan yang murid-muridnya ikut ujian gabungan di SDN 1 Batu Bajanjang Payung Sekaki.

Beberapa guru yang kenal sempat bertanya kemana setelah tamat SMP, sesuai rencana saya bilang mau masuk STM. “Wah jangan STM, susah masuk kuliah nanti, apalagi STM Solok kerjanya berkelahi melulu” kata salah satu guru dari Garabak Data. Saya terpengaruh juga.

Memang betul, saat itu tawuran antar siswa kerap terjadi. STM yang sebagian besar siswanya laki-laki terkenal memang dengan suka bikin keributan. Termasuk susahnya masuk kuliah kalau dari STM, saya dapat info dari guru-guru ini. “Kamu kan pintar Ton, sayang kalau tidak kuliah nanti”. Tapi saya memang sudah bertekad dan berfikir juga, kalau saya SMA, makin susah nanti kuliah kesulitan biaya.

“Mama ikut abang saja, kemana mau nyambung sekolah, yang penting sekolah sampai setinggi tingginya” respon mama saat saya utarakan lagi mau nyambung ke STM. “Tapi abang tidak mau ke STM Solok ma, maunya kalau tidak STM 1 Padang atau STM Bukittinggi”, terang saya waktu itu. “Boleh, kalau ke Padang nanti bisa di bantu sementara oleh paman yang di lubeg, tapi kalau ke Bukittinggi yang kita tidak punya saudara, tapi lihatlah nanti”, mama selalu menenangkan.

Saat itu cuma dua pilihan itu yang terbayang, kalau tidak Ke Padang atau ke Bukittinggi. Tapi semua berubah, rupanya mama diskusi juga dengan Uda Wi yang Brimob Padang Panjang, dulu uda pernah dinas di Brimob Polda Sumbar yang asramanya di Padang Sarai, kalau berkunjung ke sana harus naik sampan dan ketemu hiu gergaji.

Uda Wi bilang, “Di STM Karya Padang Panjang saja, STM swasta tapi masuk terbaik di Sumbar, dari pada STM Bukittinggi bagus STM Karya, sekolah depan asrama silaing atas”. Setelah akhirnya dapat pencerahan Da Wi, akhirnya STM Karya masuk ke opsi, yang pada akhirnya malah jadi pilihan pertama nantinya.

Saya puaskan di kampung sampai keluar pengumuman lulus dan ijazah, juga sambil menunggu pendaftaran sekolah lanjutan atas dibuka. “Ya, kalau abang di Padang Panjang, kan ada uda sama uni Jas, adalah abang yang bimbing”, mama menguatkan. “Ya ma, tapi abang dak mau tinggal di asrama ya ma, kos diluar”, saat itu saya ajukan syarat. Mama mengiyakan.

Halim Perdanakusumah, 17 Juni 2024 #Mana&NakBujang #49

Leave a comment