Kunjungan yang tertunda

Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala, Praktisi Mengajar

 

1999 saya pilih Teknik Mesin Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh sebagai pilihan utama yang logis, dengan harapan persaingan lebih mudah, taunya sama, tidak lolos UMPTN, hari ini 24 tahun setelahnya,  berkesempatan berkunjung setelah tertunda sangat lama, bukan lagi sebagai mahasiswa, tetapi partisipasi program praktisi mengajar.

Di aula Fakultas Teknik, diikuti mahasiswa S1 dan D3 teknik Mesin USK, berbagi tentang engineering design. Dan bagaimana integrasi antara akademik yang kuat dengan riset dan aplikatif di industri. Didampingi juga oleh Wakil Dekan Fakultas Teknik Prof Iskandar, Ketua departemen teknik Mesin dan industri Prof Fonna, yang pas hari ini mendapatkan pemberitahuan sebagai Profesor, termasuk yang termuda. Juga Dr. Iqbal dan Dr. Sarwo sebagai moderator diskusi.

Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatangan MOA antara MKAPR dan Fakultas Teknik USK, yang di wakili oleh Dr. Farid dari USK dan Sales Manager MKAPR Nur Alamsyah. Untuk saling support riset dan pegembangan SDM, terutama untuk project-project Minyak dan gas di area Provinsi Naggro Aceh Darussalam.

Aceh ramai, bertepatan dengan pelantikan DPRA. Kalau ke Aceh, tentu cerita tetang Tsunami dan konflik panjang antara GAM dan TNI tidak luput dari materi. Dan itu dilakukan dalam budaya ngopi orang Aceh, ya kedai-kedai kopi menjamur saat ini, uniknya kehidupan mulai setelah Isya. Seperti kita ketahui, tidak ada tempat-tempat hiburan seperti bioskop, karaoke dan sejenisnya di Aceh, diganti dengan kumpul ngopi, lebih interaktif.

Itulah pengaturan Yang Maha Mengatur, kalau tidak dulu, sekarang digariskanNYA, ke Aceh,  Serambi Mekkah, daerah paling akhir Indonesia matahari tenggelam.

USK, Banda Aceh, 1 Oktober 2024 #PraktisiMengajar

Leave a comment