Temu alumni Dies Natalis ke-37 Politeknik Negeri Padang

FGD Temu Alumni Dies Natalis 37 PNP

Pagi ini 6.45 wib mendarat mulus di Bandara Internasional Minangkabau, terbang pagi sampai di Padang disambut cuaca cerah, asap Marapi yang berapa hari lalu erupsi terlihat jelas dari Bandara. Menunggu sebentar adik tengah dan bungsu bersama suami lansung menuju kampus Politeknik Negeri Padang, dulu saat saya tamat 2003 masih bernama Politeknik Universitas Andalas.

Hari ini menghadiri undangan Temu Alumni dalam rangkaian Dies Natalis ke-37 PNP di gedung PKM kampus Limau Manis yang megah, belum ada saat saya tamat. Di hadiri oleh ketua Umum Ikatan Alumni Politeknik Negeri Padang (IAPNP) kakanda Ir. Irzawardi, teknik sipil 1987. Seorang pengusaha nasional dari Pekanbaru Riau. Juga perwakilan beberapa DPW termasuk saya mewakili IAPNP Jakarta Jabar Banten (IAPNP JJB).

Acara dimulai dengan sambutan tari “pasambahan”, sebuah tari tradisional minang untuk menyambut tamu, yang di mainkan dengan apik oleh mahasiswa unit kegiatan seni PNP. Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya di lanjutkan dengan pembacaan Al Quran oleh mahasiswa qori nasional PNP juga.

Setelah sambutan ketua panitia Dies Natalis dan ketua IA PNP, direktur PNP Bapak Dr. Surfa Yondri, yang juga alumni PNP angkatan 1989 menjabarkan sejarah perubahan nama politeknik, mulai dari Politeknik Engineering Universitas Andalas, kemudian berubah jadi Politeknik Teknologi Universitas Andalas, tahun 1992 karena ada program baru adminisitrasi niaga, berubah jadi Politeknik Universitas Andalas, sampai 2014 dengan undang-undang pendidikan yang baru, Politeknik dipisahkan dari Universitas Andalas menjadi Politeknik Negeri Padang.

Direktur juga menyampaikan data-data mahasiswa, mulai dari pendaftaran 2024 sekitar 28 ribu orang tetapi yang diterima hanya 2700an orang, memang ketat persaingan. Saat ini ada 7096 orang mahasiswa aktif dan sudah meluluskan lebih dari 30 ribu alumni yang tersebar di seluruh Indonesia dan dunia. Juga disampaikan beberapa program kerjasama dan prestasi-prestasi yang di raih. Saat ini PNP juga dalam proses pembanguan gedung pusat teknologi yang diproyeksikan menjadi pusat pembelajaran AI regional Sumatera.

Kemudian dilanjutkan dengan FGD yang di moderatori oleh Dosen muda berprestasi Ir. Rikki Vitria, SST, Msc Eng. Ketua IAPNP dan saya mewakili alumni sebagai panelis dan pendamping diskusi. Diskusi berlansung hangat yang fokus pada peran alumni untuk beberapa kebutuhan kampus, diantaranya penempatan mahasiswa untuk praktek kerja lapangan, program dan strategi-strategi IA PNP untuk memastikan semua alumni terdata dan tersambung dengan IAPNP, kerja sama industri dengan penelitian dosen dan diskusi terbuka demi kebaikan IAPNP dan kampus dimasa akan datang, 2 jam diskusi tak terasa.

Acara ditutup dengan foto dan makan siang bersama, sambalado jengkol dan ikan teri membuat selera menetes. Semoga hubungan simbiosis antara kampus dan alumni tetap terjaga baik, serta kontribusi sesuai dengan porsi masing-masing membawa kampus PNP menjadi lebih baik dimasa akan datang.

Sambil menuju bandara disempatkan mampir di sanggar bhakti Pramuka Unand di gedung PKM, kawah candradimuka yang tidak akan terlupakan sepanjang hayat, sudah hampir 17 tahun tidak mampir, bertemu sesaat dengan adik-adik dan membongkar kenangan yang masih tersimpan baik. Viva Swarnadwipa!

Limau Manih, 9 November 2024 #diesNatalis37PNP #swarnadwipa

Leave a comment