
Uni Fathi, gadis tertua kami bertambah umur pas di hari lebaran 2025/1446H. Bukan soal bertambah umur yang di rayakan, tapi tentang waktu yang tak bisa di hentikan, hari ini atau nanti. Kita berkewajiban berusaha hari esok harus lebih baik dari hari ini, rentang satu tahun, umum digunakan untuk instrospeksi.
SMA kelas 1 mau naik kelas 2, benar-benar waktu remaja yang sedang “dipengaruhi” lebih banyak oleh lingkungan dan lingkaran besti -besti-nya. Penting sekali rasanya kehadiran logika seorang ayah dan multitasking-nya seorang mama untuk membersamai masa-masa ini. Apa kata lingkungan dan konco-konconya kadang lebih di dengar dari pada orang tuanya, kalau logika, hati dan jiwanya tidak disentuh dalam berargumen.
Dari masa pra sekolah sampai SMP dia belajar di lingkungan sekolah yang lebih seimbang antara otak kanan dan kirinya, tentang akhlak dan logika dalam berargumen. Hatinya lebih mudah disentuh dengan argumentasi yang logis, dari pada komando yang seakan-akan kita orang tua superior, tau segalanya. Soal informasi dia lebih terbuka. Perlu kebijaksanaan untuk menyentuh jiwa yang otaknya penuh dengan informasi.
Tapi uni tetaplah gadis Yanda, yang tidak rela kalau yandanya berubah jadi ayah yang keras dan kasar. Tegas wajib, antara ya dan tidak, untuk yang berhubungan dengan agama dan akhlak. Tetapi untuk yang lain, bisa di diskusikan dengan argumen yang sesuai.
Ingat selalu pesan Yanda ya Uni, “hati itu milik Yang Maha Memiliki, tetapi Aksi, milik kita yang di beri akal dan jiwa untuk berfikir dan menimbang”. Aksi itulah yang Allah minta pertanggung jawaban kita, hambaNya, kelak. Buat kita yang muslim, harusnya aksi lebih mudah dan terukur, karna Allah sudah memberikan semua rambu untuk ditimbang dan dipegang.
Bertemanlah dengan siapapun, karna Allah sendiri yang memerintahkan kita untuk saling mengenal satu sama lain, tidak memandang warna kulit dan ras apapun. Tetapi ingat, ada batasan yang Allah berikan kepada kita bagaimana kita bersama dengan lawan jenis. Wanita muslim itu beribu kali harganya dari mutiara dan berlian yang mahal itu, syaratnya dia harus ditempatkan di tempat yang sesuai.
Berlian dan mutiara jadi tidak ada artinya, kalau dibawa ke pandai besi yang tentunya besi lebih berharga buat mereka, tapi kalau dibawa ke ahli perhiasan, akan di nilai dengan angka yang mahal dan pantas. Pandai-pandai uni menempatkan diri ya, agar cita-cita yang uni dambakan bisa teraih.
Bercita-cita itu sama dengan husnuzan selalu kepada Allah, karna prasangka yang baik itu akan berbalik ke kita. Allah sendiri yang mengatakan bahwa “Aku bersama dengan prasangka Hambaku”. Tapi tentu juga harus logis, karna Allah juga yang menciptakan hukum alam sebab akibat. Kalau mau cita-cita tercapai, berusaha dulu dan jangan lupa berdoa. Kalau tidak berjuang dengan sungguh-sungguh, sebabnya jadi hilang atau berkurang probabilitasnya.
Yang jelas, tetap jadi gadis Yanda yang mahal bak berlian, tapi berhati lembut tapi keras bak, mama, đŸ™‚, berjuang untuk cita-cita, tapi tetap lurus di jalanNYa.
Selamat instrospeksi bertambah bilangan usia U Tati.
Kepahiang, 31 Maret 2025 / 1 Syawal 1446H #16tahunUni