
Gerimis atau tepatnya embun turun, mewarnai shalat Iedul Fitri 1446 H di Lapangan Santoso Kepahiang, lapangan yang dulunya hanya ada satu tugu, sekarang sudah berdiri tugu yang lebih besar, Tugu Kopi, tepat di perempatan pasar Kepahiang. Tepat sesaat setelah selesai khotbah, hujan besar pun turun, sejuk.
Shalat Ied di promotori oleh DPC Muhammadiyah Kabupaten Kepahiang, melalui Takmir Masjid Taqwa Muhammadiyah. Imam tetap Masjid Taqwa menjadi imam shalat Ied pagi ini, khatib Ust Tarmizi Bustami dari DPW Muhammadiyah Bengkulu.
Kami 5 pasang anak menantu dan 11 cucu H. Zulkarnain dan Hj. Mismar Citra Kaca Kepahiang, kurang calon manten satu, berhari raya di Kepahiang tahun ini. Bertepatan juga dengan rencana pernikahan adek kami yang paling bontot insya Allah seminggu setelah lebaran.
Bukan hanya tradisi, berkumpul saat lebaran juga realitas yang membesarkan hati dan jiwa bagi para perantau yang jauh dari orang tua. Bukan saja buat anak-anak, tetapi juga bagi orang tua yang hari-hari berjauhan dengan anak dan cucu-cucu. Realitasnya, momen lebaran inilah waktu yang cukup panjang untuk membangkitkan lagi kebersamaan.
Karenanya, buat kita muslim Indonesia, waktu libur lebaran ini menjadi momen yang selalu ditunggu. Kota kosong, kampung hidup berdenyut walau hanya untuk seminggu dua Minggu. Mengisi hati dan jiwa tak lah masalah menguras kantong. Berkumpul dengan keluarga besar, menyambung silaturahmi ipar dan menantu, sepupu besar dan kecil, menghampar di rumah gadang.
Semoga Allah SWT memberikan berkah melimpah atas niat menyambung dan menjaga silaturahmi secara fisik yang singkat ini. Walaupun sekarang jarak bukanlah lagi penghalang , tapi bertemu, bersalam menatap mata berbinar ayah, ibu, kakak, ipar, sepupu, Tante, Etek, tak lah terbayar dengan beribu video call dan WA selamat.
Selamat hari kemenangan, dari Pasar Kepahiang. Juga dari Solok dan Batu sangkar.
Kepahiang, 31 Maret 2025/1 Syawal 1446H #PulangKampung2025





