
Hampir lupa, teralihkan dengan segala kesibukan. Kebersamaan, penyatuan dua jiwa yang tentu saja berbeda. Dengan segala kenikmatan dan “kurenah” kehidupan taunya sudah 17 tahun saja.
Makin kesini waktu rasanya berjalan dengan cepat, tau-tau si uni udah kelas 2 SMA, si adek kelas 2 SMP dan si Abang kelas 4 SD. Fokus menjadi fasilitator buat mereka diantara rencana meraih asa pribadi kami berdu juga.
Si Cinta serius juga dengan langkah-langkah mencapai pendidik paripurna, Professor dibawah 50 tahun. Sementara si Yanda juga sedang berupaya juga agar pendidikan paripurna doktor bisa juga dibawah 50 tahun, walaupun tidak mudah sekali rasanya. Tentu juga fokus persiapan untuk strategi pendidikan uni, adek dan Abang. Yang 2 tahun lagi akan berbarengan, satu kuliah, kedua SMA dan ketiga SMP.
Yah kehidupan berlanjut dan berkembang, saat ini yang berkurang adalah umur dan waktu luang. Mungkin sebentar lagi kebersamaan dengan anak anak juga secara natural akan mulai berkurang, saat ini saja sudah tidak mudah mengajak mereka bertiga untuk jalan seperti tahun-tahun sebelumnya, kesibukan dan kepentingan sudah berbeda.
17 tahun rumah tangga yang dimulai dari sisa 500 ribu. Kasur tipis tanpa dipan di kontrakan 3 ruangan di Duren Sawit Jakarta Timur, ruang depan hanya bisa buat duduk, kalau tidur harus lipat kaki. Ruang tidur dan dapur jadi satu, belum bisa masak juga karna kompor dan gas belum ada. Tetangga juga seru, kalau lagi mabuk, sekampung jadi tau. Disanalah semua bermula.
Masih berkeliling Indonesia, akibatnya si dia terpaksa rela untuk di tinggal, berhari dan berminggu, sambil dia juga mulai menapakkan kaki dan pondasi untuk menjadi pendidik. Beberapa kampus jadi arena, dari jakarta, Bogor, bahkan sampai ke penjara mengajar para terpidana.
Kemudian setelahnya Allah SWT membuktikan ayatnya dalam kehidupan yang diluar nalar matematis dan logika. “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nuur: 32).
Juga sabda RasulNYA “Carilah kaya (hidup berkecukupan) dengan menikah.” Diriwayatkan dari Ibnu Jarir. Semua itu terbukti, tidak menunggu lama. Alhamdulillah, beruntun, berlanjut sampai sekarang.
Semoga Allah SWT berkahi semua yang dianugerahkanNYA, sampai 17 tahun sekarang dan juga waktu kedepan yang sampai kapan adalah rahasiaNYA. 🤲
Bogor, 27 Juni 2025 #Sweet17th