
24-25 Juli 2025, hari ke-4&5 umrah mandiri kami. Salah satu benefit umrah mandiri adalah leluasanya pengaturan waktu dan agenda. Pagi 24 Juli, kami ubah agenda dari rencana awal, setelah subuh dan tawaf dan persiapan pribadi di hotel, jam 9.20 wib kami menuju zamzam tower untuk simulasi perpindahan dari hotel Worth Elite ke Pullman Zamzam, survey jalur yang terpendek dan teraman untuk tarik 2 koper besar, karena pindah hotel kami rencanakan tidak pakai kendaraan. Jaraknya sekitar 500 m.
Kemudian dari Pullman zamzam, kami menuju Stasiun Kereta Cepat Haramain Makkah, untuk memastikan transport lokal dan tiket kereta dari Makkah ke Madinah tanggal 29 Juli nanti, aktivitas ini pelaksanaan respon risiko karena tiket Haramain dari Madinah ke Jeddah tidak terkirim ke email. Awalnya hotel ke stasiun kami rencanakan pakai Careem, grabnya Makkah, tetapi rupanya carrem tidak boleh pick-up di depan jalur masuk Pullman zamzam, lantai -2 zamzam tower, kami diminta jalan kaki 20 menit ke lokasi penjemputan, kami batalkan. Ganti dengan taxi, kalau lansung dari depan hotel 70 real, mahal, dengan careem hanya 19 real, bus malah 8 real/orang. Resepsionis menyarankan jalan kedepan 2 menit ambil taxi dari sana.
Kami coba taxi Ijarah, 50 real, tanpa argo. 20 menit dari Pullman zamzam ke stasiun Haramain, sekalian juga pengecekan berapa harga normal dengan argo, rupanya hanya 34 real, jadi basis estimasi untuk nego taxi tanggal 29 Juli. Kami lansung ke bagian ticketing HHR untuk memastikan tiket, rupanya tiketnya akan muncul di aplikasi nusuk kalau sudah sampai di Madinah, setelah clear, kami balik ke Masjidil Haram dengan bus.
Selanjutnya sesuai dengan rencana, Zuhur dan tawaf, kemudian mengaji, baca tafsir menunggu ashar, setelah ashar kami pulang ke hotel untuk persiapan magrib dan isha. Masjidil haram makin penuh, sudah banyak jamaah Indonesia terlihat, sudah sampai dari Madinah. Jalur tawaf baik di pelataran Ka’bah, lantai 1 dan lantai 2 penuh.
Kami tutup hari ke 4 dengan makan malam di toserba Lulu lagi.
Hari ke 5, 25 Juli, kami mulai ke masjid 4.25, sesaat setelah azan subuh pertama. Masuk dari pintu 84 lansung naik ke lantai 3, lantai bawah sudah penuh. Ketemu pembimbing jama’ah dari Jambi, beliau cerita jamaah senior banyak yang tumbang, karena panas. Hari ini imam sujud sajadah, serasa di masjid kami Daarul Jannah. ☺️ Setelah shalat jenazah, lansung menuju jalur tawaf lantai 3, penuh sampai ke diding, selesai 7 putaran tepat 6.15, pace jalan mulai turun, paha kanan serasa bagaimana gitu, 36 km, lebih dari 35 ribu langkah perhari. Kemudian balik ke hotel, siap-siap Jumatan.
Dari hotel 10.30 menuju masjid untuk shalat Jumat, rupanya jalur masuk di alihkan, lurus dulu menuju pintu 72. Karena memang sengaja pakai ihram, di arahkan oleh Askar ke pintu 79 khusus ihram, rame, saya telat sudah tidak dapat di lokasi shalat masjid, menunggu shalat Jumat dan shalat di jalur akses. Khatib Syekh Prof. Dr. Abdullah Al-Jahni, bisa di ikuti secara live dengan terjemahan Indonesia di link youtube https://www.youtube.com/live/YMvVaodceL4?si=kCR1-Y2sgjpQOWsI
Setelah Jumat, karena shalat di jalan akses lansung di usir askar. Saya menuju jalur tawaf lantai 1, yang aksesnya harus turun dulu ke lantai dasar lurusan pintu 79 baru naik lagi di pintu 84. Selesai 7 putaran jam 2.15. kembali ke area sholat pintu 79 untuk menunggu ashar. Setelah ashar menunggu magrib menetap di area sholat lantai 1.
Setelah magrib, kami lansung turun ke pelataran Ka’bah, melihat waktu mungkin masih cukup untuk tawaf. Rupanya sangat padat hanya dapat 4 putaran sudah keburu isha, tapi suhu udara sudah sejuk. Kondisi musim panas seperti saat ini, kalau tawaf di pelataran Ka’bah, baiknya memang malam, setelah isha sekalian.
Sudah makin banyak ketemu jamaah Indonesia.
Makkah, 25 Juli 2025 #umrahMandiri