Cucu pertama

Paman dan Ponakan gadang di rantau

“Athaya Rayyan Wijaya”, dengan logat jaksel “literally cucu pertama”, ya buat Papa Mamanya Bang Dori dan Kak Maya buah hati pertama yang di tunggu -tunggu, buat keluarga Depok Si laki laki kecil ini cucu pertama yang dinanti, buat Da Wi dan Ni Jas, belum tau panggilannya apakah angku dengan inyiak atau Oma opa, juga cucu pertama yang merekahkan dada dan buat kami juga cucu pertama, resmi jadi “Angku Mudo” anak dari ponakan. Dirimu yang pertama Rayyan!, tentu jadi sumber kebahagian.

Rayyan dan Paman Ziyad dua-duanya Gadang Di Rantau. Walaupun kalian lahir dan tumbuh di ibu kota tapi ingat selalu darah kalian berasal dari pedalaman Kabupaten Solok, tempat pelarian Kolonel Ahmad Hosen komandan PRRI itu, dibalik 3 lurah dan 3 bukit. Dimanapun darahmu menetes dan berkembang, tetaplah jangan lupa kalian berasal dari kaki bukik Kumayan, Aliran batang palangkih, Batu Bajajanjang. Tetap silau asal darah kalian kelak.

Jadi laki-laki dan yang  pertama, tanggung jawab kalian berdua kelak tidaklah kecil. Tumbuhlah sebagai “lelaki”, insya Allah selama hayat kedua orang tua kalian masih di badan, mereka akan jadi fasilitator terbaik yang mereka bisa. Tumbuhlah dengan bahagia, tapi jangan berharap selalu kemudahan. Karena kadang kesulitan perlu buat kita para lelaki menempa diri untuk semua tanggung jawab itu.

Kalian lelaki adalah milik mama seutuhnya, berbaktilah, ber-manjalah, bersenang-senanglah dan selalulah berusaha menyenangkan mereka, bagaimanapun kondisi kalian, percayalah senyum dan tawa mama jadi pondasi langkah kemanapun kalian kelak. Doa mama menjulang lansung ke langit ketujuh. Sedangkan dengan papa dan Yanda kita sama-sama laki-laki, tidak selamanya senyum peluk cium yang akan kalian dapat, mungkin juga sekali kali andrenalin perlu juga,  seperti yang lagi viral, buat kami para ayah takut kalian tidak bisa apa-apa, sedangkan buat mama kalian takut anaknya kenapa-kenapa.

Tumbuhlah Rayyan dan Ziyad, sehat dan kuat. Sehat fisik dan mental, kuat ilmu dan agama.

Slipi, 13 September 2025 #cucuPertama

Leave a comment