
Makin kentara mirip mami dan Oma sifatnya, ummi’ juga. Taft, seperti lagu Iwan fals, “gampang naik darah, omong gak mau kalah, kalau datang senang nona cukup ramah”. 😊. Kelas 7 SMP, 14 tahun si cerewet dari kecil, U Tita panggilan sayang adek lakinya, paling tinggi nomor 2 di keluarga setelah yandanya sekarang, kalau sudah mau sesuatu akan di kejar sampai dapat.
Suka matematika dan IPA, tidak seperti uninya yang IPS bener. Bercita-cita dari kecil mau jadi dokter spesialis tulang. “Dokter obgyn aja dek, biar bantu para wanita”, komen saya suatu waktu. “Kalau dokter obgyn, jantung, itukan berhubungan lansung dengan nyawa pasien Yanda, sedih kalau gagal”, responnya waktu itu. Lagi fokus persiapan strategi untuk masuk SMA prestasi non akademik selama kelas 7, agar kelas 8 bisa fokus untuk persiapan tes akademik.
Dia lancar berbicara dari awal, tidak ada R di baca L, lurus dari umur 2 tahun. Tumbuh di ketiak maminya (adik saya paling kecil) sampai umur 5 tahun, tak heran sebagian sifat maminya nempel, keras mempertahankan haknya. 😊. Bagus dek tapi jangan sampai overthinking ya, seperti Bu guru sampaikan, tetap realistis dan logis, kan suka science.
Dia agak kurang waktu kecilnya bersama Yanda, saat dia tumbuh sampai TK, Yandanya lagi bolak balik Bogor-Karawang, pergi subuh pulang hampir waktu tahajud. Tapi dia tumbuh di saat ekonomi sedang naik dan stabil. Kalau uninya masih naik motor dan naik angkot, kayaknya dia sudah tidak. Sudah tidak mabuk naik mobil. Saat dia dan uninya mulai bisa bermain, tembok rumah jadi kanvas sesuai dengan pertambahan tinggi. Tapi Alhamdulillah sejak SD sampai sekarang, selalu bercerita di momen antar sekolah setiap pagi.
Aktif sejak SD, karena memang sekolahnya dulu menuntut siswanya untuk aktif sebagai leader. Pernah jadi ketua SLHT (ketua OSIS) di SD, dijadikan sebagai nilai plus untuk jadi anggota OSIS SMP, tapi setelah diterima akhirnya nangis bombai harus memilih antara OSIS atau Pramuka yang telah lebih dulu jadi Dewan Penggalang. “Pramuka berguna untuk pendidikan selanjutnya dek, sekarang adek tinggal capai Pramuka Garuda dan satu kegiatan internasional, kan adek udah ikut dari jambore ranting, agar paling tidak SMA 1 Bogor sudah bisa masuk, kalau OSIS kan hanya untuk ketua dek”, respon Yanda saat dia bercerita sambil berderai air mata.
Kuatkan cita -cita ya dek, kita wajib berencana untuk masa depan, karena “Allah menurut prasangka hambaNYA”. Bercita dan berencana adalah bentuk kita berprasangka baik kepada Allah, insya Allah semua yang baik akan Allah sampaikan. Tumbulah jadi gadis Islam yang cerdas, bukan hanya pintar matematika tapi cerdas menyadari bahwa bahwa adek adalah gadis Islam yang harus menutup aurat, harus menjaga pergaulan, harus bertutur kata yang sopan dan harus sayang semuanya.
Bertambah umur, bertambah logis dan Soleh ya dek.
Bogor, 9 Desember 2025 #14tahunUtita