
Hari ini BZ naik gelanggang lagi, bukan kejuaraan, tapi tryout kyorugi taekwondo yang di adakan oleh dojo Rusa, tempat dia latihan, untuk se-kota Bogor. Kegiatan wajib yang diadakan setiap tahun diantara kejuaraan resmi, salah satu syarat untuk naik tingkat sabuk, sebelum ikut kejuaraan resmi yang biasanya di Oktober-November. Ajang ini di selenggarakan di ex-Jogja Jalan Soleh Iskandar Bogor.
Masuk kelas >45 kg, “dapat lawannya Asya Yanda”, infonya setelah daftar ulang dan timbang berat, Arsya adalah kawan “arek” di tempat latihan, yang sama-sama dari sabuk putih umur lima tahunan. Tapi di gelanggang sama-sama serius, berbalas tendangan. Ronde pertama Arsa menguasai, beberapa tendangan ke kepala dari BZ tidak bisa mengejar nilai, 1-0 buat Arsya.
Ronde ke dua, dibuka dengan tendangan ke-kepala oleh BZ. Setelah dihitung 10 oleh wasit , Arsya bisa melanjutkan pertarungan, saling balas tendangan berlangsung, akhirnya BZ memenangkan ronde 2, 1-1.
Ronde ketiga, kembali dibuka tendangan kepala oleh BZ, unggul sementara, stamina dua-dua sudah terkuras. BZ terkena tendangan lurus ke pangkal kanan yang tidak terlindungi proyektor, dpat P3K, stamina lansung drop. Masih unggul sampai detik- detik terakhir, sebelum ronde 3 berakhir, satu tendangan Arsya masuk, 10-9 poin akhir ronde 3 untuk keunggulan Asya. BZ kalah.
Naik gelanggang satu keharusan, bukan soal prestasi, kalau menang nilai tambah kalau kalah, toh tetap dapat medali. Tapi soal mental yang harus di latih, mental laki-laki tidak bisa begitu saja tumbuh ke arah yang seharusnya, tapi memang harus di trial sedini mungkin.
Anak lelaki minimal punya satu kegiatan positif perorangan yang bisa menyalurkan andrenalinnya, beladiri bisa jadi ajang, tapi juga harus punya satu kegiatan beregu yang melatih dia untuk ada dalam “rombongan”, BZ masuk ke club futsal di sekolahnya, melatih diri untuk menerima kemenangan dan kekalahan adalah inti dari pembentukan mental itu, berani menerima kenyataan dengan fair.
Anak-anak, apalagi laki-laki, dunianya adalah “permainan”, mereka harus dapatkan hak mereka untuk bermain diusianya. Perlu strategi untuk memastikan mereka tidak larut dan berlebihan, gen Alfa, BZ dan angkatannya adalah generasi yang terpapar sepenuhnya oleh network dan internet, bermain mereka di depan layar, tersambung mereka dalam jaringan, sehingga perlu diaturkan waktu-waktu harian mereka agar ketersambungan itu tidak bergerak negatif.
Senin sampai Jumat, sekolah dari pagi, sampai jam 3, saat tidak ada jadwal les, mengaji dari jam 4 sampai 5.30 sore, kalau ada jadwal les, 3.30-4.30 full time. Sabtu pagi latihan futsal, Minggu pagi latihan taekwondo. Makanya saat hari libur ketemu mereka, terima saja kalau gen Alfa ini jadi generasi “menunduk”. Waktu libur mereka dimanfaatkan betul tanpa boleh di ganggu, dan selayaknya jangan di ganggu.
Kuatkan mental dan bertumbuh sesuai dengan umur.
Dojo Rusa, Bogor, 12 Juli 2026 #TrayOutKyorugiRusaBogor