Mama dan nak bujang Part-55: Restu ke Padang Panjang

Sekembali dari mendaftar dan pulang ke kampung sambil menunggu jadwal mulai tahun baru sekolah, saya bercerita agak personal dengan mama, terutama tentang biaya. Agak anomali juga waktu itu, saat semua orang berusaha masuk sekolah negeri, saya dengan sadar malah memilih sekolah swasta yang menurut saya berkualitas dan disiplin. Dan sudah pasti salah satu issue adalah…

Mama dan nak bujang Part-54: Kosan Pak Zuhelmi

Saya lupa, apakah waktu mendaftar SMK Karya bersamaan dengan Alm. Surimariadi (Edi, mantan anggota DPRD Kab Solok) dan sepupu saya Desrizal (Iboy). Kami bertiga dari kampung masuk di tahun yang sama, Edi sebenarnya lebih tua setahun dari saya, alumni SMP 5 Kota Solok, Iboy seangkatan alumni SMP 3 Solok, kami sama-sama satu kosan di rumah…

Mama dan nak bujang Part-53: SMK Karya Padang Panjang

Lupa tanggal pasti, tahun ajaran baru 1996, diantar Da Wi dan Mak Etek akhirnya mendaftar ke SMK Karya Padang Panjang. Sekolah teknik menengah swasta yang termasuk papan atas di Sumatera Barat saat itu. Sekolahnya di pinggir rel kereta Padang Panjang-Kayu tanam, Silaing Atas, simpang ke sekolah pas di depan rumah dinas komandan Brimob disamping Masjid…

Mama dan nak bujang Part-53: Asrama Brimob Padang Panjang

Da Wi awalnya dinas di Brimob Polda Sumbar, di Padang Sarai, ada tulisan saya cerita dengan mama waktu naik sampan menyebrangi hutan magrove pasir Jambak, saat berkunjung ke sana. Kemudian pindah ke Padang Panjang, kompi C, saya sudah beberapa kali juga berkunjung ke asrama ini jalan-jalan dan raun sama mama, sebelum akhirnya memutuskan sekolah di…

Mama dan nak bujang Part-52: ke Padang Panjang

Akhirnya bulat, berdasarkan masukan Da Wi, yang saat itu masih aktif di Brimob Kompi C Padang Panjang, saya memutuskan masuk SMK Karya Padang Panjang bukan STM Negeri. Mama menyerahkan pilihan ke saya, mama tidak bisa antar untuk pendaftaran, Mak Etek Raflis menemani saya, ke asrama Brimob dulu, setelah itu akan di antar da Wi ke…