Home > Kampung halaman > Potensi Ekonomi Nagari Batu Bajanjang

Potensi Ekonomi Nagari Batu Bajanjang

KOMODITI UNGGULAN

Kayu Manis (Cassiavera)

Kulit Manis (Casiavera)

Banyak ditanam masyarakat di perkebunan dan lahan-lahan kritis. Kulit manis ini merupakan salah satu komoditi impor non migas yang banyak dicari oleh pedagang rempah-rempah. Biasanya masyarakat menjual di pasar atau dibawa lansung ke Kota Solok.

Getah

Tidak seperti di daerah lain yang memang ditanam khusus, tanaman getah ini biasanya di tanam di tanah-tanah ulayat (suku) dan

Karet

dikelola oleh warga dalam suku itu sendiri. Komoditi getah ini dihasilkan secara berkesinambungan dari olahan penduduk dengan kapasitas kecil.

Padi (Beras)

Padi

Mata pencaharian utama warga nagari 90% bertani padi, masing-masing penduduk mempunyai sawah olahan yang telah diwariskan secara turun-temurun dimasing-masing suku. Berbagai jenis padi dan beras dihasilkan dalam 2 kali masa panen dalam setahun, setiap hari pasar (hari Rabu) rata-rata 10 Ton beras keluar dari kanagarian Batu Bajanjang, yang juga merupakan salah satu daerah lumbung padi Kabupaten Solok.

PARIWISATA

Timbulun (Air terjun) “Barangin”

Timbulun

Terletak di Jorong Batu Bagantuang sekitar 5 km dari Jorong Kampuang Tangah, ditengah hutan tropis dan perkebunan masyarakat. Ketinggian air terjun ini lebih kurang 100 m yang merupakan aliran anak sungai batu gantuang. Sesuai namanya, angin yang dihasilkan oleh air yang jatuh terasa menyegarkan dan berembun kesejukan air pegunungan membuat gemetaran keseluruh tubuh walau dalam cuaca panas sekalipun. Air terjun ini juga dinamakan “Timbulun Jodoh” oleh kawula muda Nagari Batu Bagantuang, dikarenakan banyaknya yang mendapatkan jodoh setelah mengunjungi air terjun ini. Air terjun ini selali ramai dikunjungi setiap hari-hari besar dan hari-hari libur, seperti lebaran, awal puasa, liburan sekolah dll.

Ada dua jalur yang bisa ditempuh untuk mencapai lokasi Timbulun Barangin, untuk jalur darat menysusuri persawahan dan perkebunan penduduk, dengan tanjakan bersudut 70 derajat, pemandangan yang eksotis disepanjang perjalanan membuat kepenatan menjadi hilang, apalagi setelah mencapai puncak bukit batu gantuang, pemandangan ke arah perkampungan dengan sawah yang bertingkat-tingkat yang menguning dimusim padi, menyejukkan mata dan persaan. Dari puncak bukit Batu Gantuang menyusuri jalan setapak ditengah perkebunan kopi ke arah air terjun dengan keterjalan yang sama. Dari puncak ini gemuruh air yang jatuh mulai terdengar. Membuat langkah semakin dipercepat.

Jalur Air, yaitu dengan menyusuri aliran sungai batu gantuang itu sendiri, jalur ini disarankan untuk yang biasa berpetualang dialam terbuka karena jalur yang sulit serta perlunya perlengkapan-perlengkapan pengamanan untuk panjat tebing karang, seperti tali karnmantel, figure 8, dll. Daya tarik jalur ini lain dengan jalur darat, pemandangan-pemandangan sungai hutan tropis terlihat jelas, halang rintang yang terdapat dari awal sampai akhir perjalanan di Timbulun Barangin, membuat andrealin terpacu. Jalur ini disarankan hanya untuk ke arah air terjun, tidak disarankan untuk jalur pulang. Jalur balik disarankan melewati puncak Bukit Batu gantuang.

Categories: Kampung halaman
  1. 16 December 2015 at 20:34

    Tigo Lurah , , ,
    kampuang tangah rumah bako ambo

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: