Home > Kata Hati & Jejak Langkah > Dengan “naluri”

Dengan “naluri”

Laki-laki naluri dasarnya adalah penguasa, pemilik, dan suka penghambaan, sunnatullah itu melekat pada sifat dasar seorang laki-laki.

Wanita, sifat dasarnya pengatur, ratu, penghamba, hati mendalam dan suka perhatian, sunnatullah itulah sifat dasar bawaan yang di berikan Allah pada makhluk halusnya ini.

Bersatunya dua jenis makluk Allah ini dalam sebuah ikatan suci, perkawinan, tentu saja mustahil jika berharap semuanya akan lancar-lancar saja, rukun tanpa gejolak, lurus kayak jalan tol rawan sekali menyebabkan kantuk, karena pada prinsipnya keduanya memang berbeda

Bahkan kalau sebuah keluaga datar tanpa pernah ketemu lobang-lobang kecil yang membuat kendaraannya bergetar halus atau malah ombak besar yang membuat kapal rumah tangganya miring kiri kanan, tentu di pertanyakan, itu dua-duanya makhluk bukan?🙂

Setiap orang yang berkeluarga pasti melewati masa-masa penuh gejolak perbedaan ini, ada yang diawal, ditengah atau bahkan diumur pernikahan yang sudah hampir “keujung” dan yang selamat pasti yang menjadikan dirinya mengerti bagaimana melewati riak itu semua.

Selayaknya kita menggunakan naluri yang dikarunia Allah itu digunakan sebagai pemersatu, suami dengan naluri pemimpinnya tentu sangat berharap yang dipimpinnya seiring sejalan dengan prinsip-prinsipnya, terutama prinsip hidup berlandaskan ajaran agama.

Sementara istri dengan naluri ratunya tentu saja sangat ingin mendapatkan penghargaan yang mumpuni dari suami yang kepadanya sudah diserahkan segala pengabdiannya,demi teratur kerajaan kecilnya itu.

Dengan masing-masing mengetahui naluri pasangnnya, sedikit menundukkan hati, Insya Allah semua riak itu baik kecil atau besar sekalipun, dengan bergandeng tangan dan hati yang tulus, semuanya akan terlewati, tetapi selayaknya waspada, jika naluri masing-masing yang malah diperturutkan, alamat akan hancur berkepinglah biduk oleng itu.

Berlindung kita semua kepada Allah dari naluri terpengaruhi setan-setan yanh selalu berjuang menghancurkan ikatan suci itu.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: