Home > Kata Hati & Jejak Langkah > 11 tahun di suasana BfH Covid19

11 tahun di suasana BfH Covid19

Gadis kami makin tumbuh, menjelang masa-masa pubertas. 11 tahun kini, dalam suasana Karantina Corona Virus Dieses (COVID) 19, sudah masuk minggu ke-3 Belajar From Home. Kota Bogor ditetapkan sebagai daerah terdampak dan diberlakukan tanggap darurat bencana, walikota Bima Arya masih dalam isolasi karena positif Covid 19.

Kilas balik 11 tahun lalu, masih merah umur 2 bulan terbang dari Bengkulu ke Bogor yang sejuk. Ya, Uni lahir di RSUD Bengkulu secara caesar, Dr Yudo, dokter Obgyn senior di Bengkulu yang lansung menangani. Jadwalnya dimajukan waktu itu karena sudah semakin sakit dan dokter sudah memberi gambaran kondisi mamanya, bahwa akan ada impact ke anak jika dipaksa lahir normal, yandanya masih di pedalaman Melak, Kalimantan Timur waktu itu. Uni di iqamahkan pertama kali oleh Abah, lahir jam 6, yanda sampai di klinik jam 9 pagi, Uni udah bisa kerdip-kerdip.

Dia tumbuh sesuai dengan kurva pertumbuhannya, aktif dan membuat istana kecil kami serasa ramai hari-hari. Mulai kami masukkan paud umur 2.5 tahun, termungil diantara teman-temannya. Dengan rambut dora dan pipi chubby nya, semangat dan kesukaannya bersosialisasi dan berteman menjadikan dia jadi epicentrum oleh teman-teman kecilnya.

Dan kini, dia tumbuh menjadi gadis yang memang passionnya lebih kuat ke ilmu sosialnya, bercita-cita ingin jadi diplomat agar bisa keliling dunia. Suka berteman dan menggerakkan, mungkin bahasa pergerakannya, “provokator” 🙂 dalam arti yang positif. Dan lingkungan sekolahnya saat ini mendukung untuk tumbuh kembang seperti passionnya Uni.

Buat Uni, silahkan uni bercita-cita setinggi bintang dilangit dan berjuang untuk itu, mama dan Yanda akan fasilitasi.. tapi, yanda dan mama juga berikhtiar, uni tumbuh dan mengejar cita-cita dalam nilai-nilai islam yang benar. Kelak jadi diplomat yang hafal quran, mengerti fiqih, memahami tuntunan hidup sesuai dengan yang di wariskan Rasulullah dan dengan tulus hidup dengannya. 

Jadilah wanita hebat, uni bisa bercermin ke Mama untuk contoh yang terdekat. Menjaga aurat, menjaga pergaulan, selalu menjalankan kewajiban terutama kewajiban agama. Gapailah pendidikan setinggi yang uni mampu, yanda dan mama insya Allah pun berikhtiar untuk itu. Karena hanya dengan pendidikanlah uni bisa menjadi apa yang uni inginkan.

Buat yanda dan mama tidak ada ingin imbal balas, selain dari selipkan yanda dan mama dalam setiap doa di shalat-shalat uni, cukup la. Uni menjaga diri dengan agama insya Allah mengalir jua sejuknya ke yanda dan mama.

Selamat hari lahir Uni, 11 tahun, yanda dan mama udah boleh paksa lho untuk shalat, tapi yanda dan mama yakin, insya Allah uni lah sendiri dengan sadar untuk shalat tampa disuruh-suruh lagi.

Be a kind muslimah Uni…. 🙂

 

 

 

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: