RS masa pandemik

Vertigo

28 Ramadhan 1442H, 10 Mei 2021, tiga hari menjelang Ied Fitri, menuju perpisahan dengan bulan suci yang mulia tahun ini. Tahun ke-2 mengikuti pesan ulil amri, jangan pulang kampung dulu, pandemic Covid 19 masih meninggi, sami’na waato’na.

Namun, tidak mudik bukan berarti semua aman-aman saja, ini hari ke 3 mama anak-anak di rawat di RS, vertigo akut kambuh, sudah tidak tertahankan, terpaksa perawatan di lakukan.

Pengalaman RS di masa pandemik sungguh sangat tidak mengenakkan. Bagi yang urus pasien apalagi bagi pasien. Masuk IGD dengan kepala sakit, pusing dan demam, SOP screening covid 19 diberlakukan, swab antigen, cek darah dan ronsen paru.

Antigen negatif, tapi darah ada tanda-tanda virus dan paru ada pneumia yang mencurigakan, mungkin bekas-bekas penyintas covid masih tersisa. Sehingga harus di pastikan dengan PCR, sambil terpaksa untuk menerima persyaratan isolasi pasien terduga Covid sampai dinyatakan negatif 2 kali PCR, masuk isolasi. Ruang isolasi tidak ada kelas, semuanya sama. Tidak ada AC, tidak bisa ditunggui apalagi dijenguk.

PCR pertama negatif, tapi stress yang menurunkan imum di ruang isolasi terlanjur memperparah keluhan utama, vertigo dan sakit kepala menjadi, tidak ada perhatian yang memadai dari perawat dan nakes yang juga mengikuti prosedur isolasi, tidak bisa mengunjungi pasien dengan bebas, harus pakai hasmat untuk keamanan.

Ruang isolasi panas jika siang, dingin waktu malam, kipas angin malah membuat masuk angin. Saya terpaksa harus “mengingatkan” nakes yang bertanggung jawab dengan sedikit “nyinyir”, bahwa keluhan utama adalah sakit kepala, bukan covid. Tapi bagaimanapun SOP covid harus dijalankan RS.

Hari ke-3 baru hasil PCR kedua keluar, negatif. Akirnya bisa dipindah ke ruang perawatan pasien normal, dengan aturan satu pendamping tanpa boleh dikunjungi, pendamping juga harus non reaktif Rapid serologi. Semoga imun kembali naik agar bisa cepat pulang dan berlebaran dirumah.

Buat semua, sedapat mungkin, jangan sakit dulu hari-hari sekarang, karena bagaimanapun kalau ada gejala pasti akan di “covidkan” RS terlebih dahulu untuk memastikan pasien aman dan nakes juga aman. Ada ruang isolasi tanpa kelas menunggu sebelum masuk ke VIP, deluxe ataupun suite class dan percayalah ruangan itu malah membuat imun terjun bebas. Juga termasuk biaya-biaya tambahan yang banyak diluar tanggungan asuransi yang tentu saja memberatkan.

Jaga iman, kuatkan imun, semoga kita sehat-sehat berlebaran tahun ini.

Bogor, 28 Ramadhan 1442H, 10 Mei 2021

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s