Beberapa jam menjelang berlakunya gencatan senjata tahap pertama antara Gaza dan Penjajah. 47 ribu menurut data resmi pemerintah Palestina, warga Gaza syahid, insya Allah. Sebagian besar anak-anak dan wanita, sedih? Tentu saja, itu bukan sekedar angka, itu semua manusia, hamba Allah. Tapi melihat kesepakatan yang sudah di ratifikasi penjajah, Gaza menang.
Saat sekutu mengultimatum rakyat Surabaya, tanggal 9 November 1945, agar menyerah dan menghentikan perlawanan, apa yang terjadi? Kita Bangsa Indonesia tau, rakyat Surabaya melawan, merdeka atau mati.
Melihat Gaza hari ini, apalagi sejak serangan mendadak ke wilayah penjajah tanggal 7 Oktober 2023, seakan melayang-layang di depan mata, bagaimana rakyat Surabaya melawan pemenang perang dunia ke 2, inggris dan sekutunya. Bahkan satu jendral Inggris Brigadir Jendral Malabi tewas di tangan rakyat Surabaya, perang dunia kedua saja tidak satupun jendral mereka yang hilang. Terbayang memang, bagaimana gusarnya Inggris dan sekutu saat itu. Sama dengan bagaimana gusarnya Penjajah Palestina bahwa pertahanan mereka di tembus oleh para pejuang dengan sukses, mitos kekuatan militer terkuat seketika runtuh.
Kita juga tau lebih dari 20.000 rakyat Surabaya dan para pejuang gugur saat Surabaya diserang dengan membabi buta oleh sekutu, tidak ada kata menyerah, slogan merdeka atau mati menggema dimana-mana, resolusi jihad Kyai Hasim membakar semangat rakyat Surabaya dan sekitarnya untuk berjuang, teriakan takbir Bung Tomo menambah api kemerdekaan itu.
Terbayang saat ini, para ulama Palestina mengobarkan hal yang sama, merdeka atau mati, menang atau gugur dan syahid, itulah pilihan yang di ambil masyarakat Gaza. Abu Ubaidah membakar semangat itu dengan release informasi yang tepat dan jujur, bahkan masyarakat penjajah katanya lebih percaya juru bicara rakyat Gaza itu dari pada pemerintahnya sendiri. Bung Tomo-nya Gaza saat ini .
Hari ini 8.30 waktu Gaza, 13.30 WIB, kesepakatan gencatan senjata akan berlaku, walaupun kita skeptis, karena dari dulu penjajah tidak pernah menghormati perjanjian-perjanjian, tapi Insya Allah, dengan pelaksanaan butir-butir perjanjian yang sangat menggambarkan kemenangan para pejuang tersebut, rakyat Gaza bisa dengan cepat memulihkan Gaza, percayalah jika pintu perbatasan dibuka, bantuan insya Allah tidak akan putus, karna percayalah juga, dunia saat ini bersama Gaza, perang 465 hari sudah membuka mata dunia, Palestina perlu di bela, itu saja sudah pertanda Gaza menang !
Bogor, 19 Januari 2025, #GazaMenang.
