17 Agustus mendekat Istana

17san di “belakang” istana

Betul, sesuai judul, hari ini #81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, tempat darah tertumpah dan mungkin juga tempat jasad terbujur kelak, kami 2 beranak, dengan Bang Ziyad mendekat ke istana Bogor yang hari ini di buka untuk masyarakat umum. Tapi tepatnya di belakang pagar istana, dengan target 8.1 km berlari di Kebun Raya Bogor pagi ini.

Konyolnya, lupa naikkan sepatu ke mobil, baru tau setelah parkir, mau kembali, sayang sudah bayar 105rb untuk parkir, karcis masuk 2 orang dan charge sepeda, kalau berlari dengan sandal, seperti gak niat, ya sudah akhirnya “nyeker”. Rupanya asyik juga, aspal dan rumput taman yang bersih membuat lari tanpa alas kaki di Kebun Raya Bogor aman, walaupun akhirnya melepuh juga tapak kaki.

Di medsos lagi ramai tagar #belumMerdeka, bahkan di Kabupaten Bogor Bupati sempat mendatangi dan ribut dengan satu barbershop yang tidak mau pasang bendera, dengan alasan seperti tagar yang lagi ramai. Bagaimana menurut kita, tepatnya menurut kami, apakah sudah benar kita sudah merdeka?

Pagi ini lewat diberanda IG, video salah satu warga Australia yang tinggal dan cinta dengan Indonesia, inti yang dia sampaikan “kalian wahai rakyat Indonesia, marahlah kalian kepada pemerintah yang tidak sesuai dengan apa yang kalian harapkan, di seluruh dunia juga begitu, tapi ketahuilah pemerintah itu akan datang dan pergi, yang tetap adalah bangsa kalian, Indonesia punya sejarah spesial yang bahkan kami di Australia tidak punya, yaitu hari kemerdekaan yang perjuangan merebutnya penuh pengorbanan yang sangat luar biasa, kalian merdeka buka give away”

Rasanya mewakili, kecewa lah dengan yang kita di amanahkan mengelola negara ini, walaupun bukan pilihan kita, tapi itu dejure. Tapi ini negara kita, kita merdeka berfikir, berjuang, bercita-cita, dan berupaya mendapatkan cita-cita itu di sini, di negara ini, selagi kemerdekaan esensial itu ada, sudah merdeka kita. Bolehlah kita melihat tetangga yang hampir seumuran dengan kita dan membandingkan. Singapur merdeka tahun 65, pendapatan perkapita mereka 10x kita, Malaysia tahun 57, 4x kita, Korea yang beda 2 hari dengan kita 15 Agustus 1945, 6x kita. Boleh kita melihat itu, tapi itu semua tidaklah membuat kemerdekaan kita menguap.

Benar, kecewa, sedih kita. Negara besar ini tertinggal jauh, tapi disitulah juga satu jawabannya, “kebesaran” kita itu nyata, jika di bandingkan dengan negara-negara yang bikin iri itu. Singapur penduduknya 1/2 jakarta, Malaysia se Jawa barat, Korea 1/4 kita. 2% saja kita punya orang-orang pintar, sudah sama dengan semua penduduk Singapura. Kita selayaknya di bandingkan dengan Amerika Serikat, sekarang mereka sudah 400 tahun merdeka, jadi penguasa peradaban belum 100 tahun, artinya butuh 300 tahun mereka untuk seperti saat ini, kita baru 81 tahun.

Yang penting, sama-sama kita, rakyat, menjaga negara ini, menjaga hubungan kita antar rakyat, apapun ras kita, agama, budaya kita, kita buat hubungan itu horizontal, jangan vertikal, hubungan horizontal itu, siapa berjuang keras, dia akan dapat yang terbaik, kalaupun ada previlage, itu wajar dalam kehidupan.

Kalau kita merasa pemerintah saat ini kurang baik, 10 tahun lalu juga kurang baik, ya kita ganti 3 tahun lagi, dengan jalurnya, ya biarkan saja juga mereka ber siyasah untuk mempertahan atau merebut kekuasaan, kita rakyat, juga harus meningkatkan kapasitas agar jangan terpedaya. Itulah esensinya merdeka, bisa dan boleh menentukan pilihan kita sendiri

Dirgahayu Indonesiaku, yang ke#81 tahun, semoga Allah SWT menjaga untuk bisa sampai 800 tahun, selayaknya peradaban Islam menguasai dunia, sebelum di pergilirkanNYA dengan peradaban barat yang sekarang kita hidup.

Merdeka !!

Belakang Istana Bogor, 17 Agustus 2026 #81tahunIndonesia #JamnasXII2026

Leave a comment