Archive

Archive for the ‘Kata Hati & Jejak Langkah’ Category

Azzam dan ikhtiar untuk sekolah

25 April 2021 Leave a comment

Managemen Proyek

Dulu, sebelum tamat SMP, saya sudah mulai membuat perencanaan tentang masa depan, rencana langkah yang logis sesuai dengan kondisi saat itu.

Cita-cita jadi insinyur, Tamat SMP saya rencanakan masuk STM bukan SMA, alasan logisnya agar bisa membantu orang tua dalam hal pembiayaan sekolah dan setelah tamat bisa cepat bekerja untuk pembiayaan sekolah selanjutnya. Allah SWT mengabulkan, saya bisa sekolah sambil bekerja, lumayan membantu Mama.

Menjelang tamat STM/SMK 1999, saya kembali mengatur langkah, saya tidak akan kuliah lansung setamat STM, tapi akan bekerja dulu setahun agar tahun kedua bisa kuliah sambil bekerja, alasan logis lagi-lagi karena kondisi saat itu. Mama tetap mendorong saya agar tetap ikut tes, saya ambil Teknik Mesin Unand dan Sriwijaya Palembang, memang tidak lolos saat itu.

Read more…

Ramadhan dalam pandemic

13 April 2021 Leave a comment

Ramadhan 1442 H yang di NKRI tercinta tahun ini jatuh pada 13 April 2021, baik pemerintah maupun Muhammadiyah menetapkan waktu yang sama. Ini tahun ke-2 Ramadhan dalam pandemic Covid-19, sejak mulai tahun lalu, angka pertambahan kasus masih di atas 1000 perhari, masih belum membaik.

Kami di masjid Raya Taman Cimanggu, Bogor melaksanakan sholat taraweh dengan prokes cukup ketat, masker wajib, shaft masih berjarak, kapasitas masjid untuk laki-laki sepenuh lantai utama dan lantai atas, jamaah perempuan di lantai basement.

Kultum hanya di hari jumat, tidak tiap hari. Tartil Al Baqarah sebagai pembuka hari pertama dari Al Hafidz Yasir SQ melantun merdu, insya Allah khatam 30 juz dalam sebulan Ramadhan.

Read more…

Covid 19 kembali memisahkan

7 February 2021 Leave a comment

Saturasi oksigen

Kemaren, Sabtu, 6 Februari 2021, sekitar jam 15an, salah satu team yang sedang berdinas di Pertamina Asset 5 Sorong, Papua, dalam rangka instalasi dan commissioning fasilitas fire pump menelpon ijin pulang, ayahandanya masuk ICU karena Covid 19, dengan saturasi oksigen sudah 86%, kondisi kritis.

Jam 20an malam saya coba minta update info, termasuk apakah dapat tiket Sorong-CGK, tidak dijawab. Jam 1.35 wib tadi malam, masuk WA “My Daddy udah gak ada pak”, saya tertunduk dan tiada yang bisa diucapkan selain bela sungkawa dan turut berduka. Dia dapat tiket 7.35 WIT pagi ini, semoga masih bisa bertemu jenazah, karena pemakaman prosedur covid tidak bisa menunggu lama.

Kondisi ini pengingat bagi kita, bahwa Covid 19 belumlah terkendali, hanya dalam 6 jam, kritis berubah menjadi kesedihan, terpisahnya orang yang tercinta. Perlu kesadaran diri agar jangan sampai kita peduli setelah semua terlambat. Ajal dan umur memang ditangan Yang Maha Kuasa, tapi agama Islam khususnya mengajarkan bahwa ikhtiar dan doa harus selalu beriringan. Read more…

Umur dan Usia

28 January 2021 Leave a comment

Memandang kedepan..

Dari seminggu yang lalu,anak ke-2 kami, Si Melodi, sambil bisik-bisik bertanya “yanda mama kan ulang tahun tanggal 28 besok, buat suprise yok”, “apa dek? Ada ide?” Saya balik bertanya, “ya hadiah gitu” jawabnya, “ok, adek cari ide ya” pinta saya.

2 hari kemaren dia balik dengan ide, lewat WA “yanda adek kan tanya ke mama, barang kesukaan mama apa, jawab mama alat dapur, kita beliin ini aja ya” tulisnya, sambil kirimkan satu set sendok goreng. “Sepakat” saya balas chatnya, “ntar yanda cari di Ikea”. Tapi qadarullah, kelupaan. Akhirnya balik ke hadiah tahunan yang akan selau abadi, sedikit goyangan jari jemari di tuts HP, pengganti goresan tinta dimasa lalu. Read more…

Aktifitas pemulihan Covid -19

22 January 2021 Leave a comment

Saturasi oksigen

Selama 24 hari isolasi mandiri karena Covid 19, apa saja penanganan pemulihan yang dilakukan?, saya coba berbagi treatment apa saja yang kami sekeluarga lakukan.

Setelah terkonfirmasi positif, yang pertama saya lakukan adalah menginformasikan ke gugus tugas kantor untuk di lakukan tracing siapa saja yang bersinggungan dan bertemu dengan saya seminggu terakhir. Ini prosedur kantor yang nantinya diikuti dengan swab antigen pada setiap contact tracing terebut.

Saya juga lansung menginformasikan ke RT, yang ex-officio sebagai gugus tugas kota Bogor, untuk diinformasikan ke warga, yang juga berkemungkinan kontak erat dengan saya seminggu terakhir. RT/RW melaporkan ke gugus tugas kota dan petugas puskesmas Kedung Badak juga lansung menghubungi saya untuk interview, baik kondisi dan gejala yang saya alami maupun kontak trace saya. Read more…