Home > Kata Hati & Jejak Langkah > Tiada batas hari-hari untuk Mama

Tiada batas hari-hari untuk Mama

Kami, Saya dan dua adik perempuan saya memanggil wanita Istimewa ini dengan MAMA…
Ya..istimewa, sangat istimewa…

Saat saya, 6.5 tahun, kelas 1 SD, adik saya nomor dua 4.5 tahun dan yang paling bungsu 3.5 tahun, mama sudah berjuang sebagai mama dan papa bagi kami, setelah papa kembali ke pangkuanNYA..

Masih terbayang jelas dipelupuk mata, bagaimana beliau berjuang untuk masa depan anak-anaknya, semua gaji sebagai Guru SD habis untuk belanja sekolah kami, untuk makan sehari hari mama bertani padi, legam kulit beliau dibakar matahari bercampur lumpur sawah, pecah telapak kaki mama berjalan dijalan tanah berbatu sambil memanggul karung padi 30an kilo, ..masih terbayang..

Pendidikan, itu jalan yang diperjuangkan mama untuk merobah masa depan kami, sangat serius untuk yang satu ini. Kampung saya, pada waktu itu (1993) sekolah level tertinggi baru SD, untuk melanjutkan ke SMP harus ke kota Solok yang berjarak ±70 km, 25 km bisa ditempuh kendaraan roda 4, sedang sisanya harus tracking naik turun gunung, berangkat jam 7 pagi sampai jam 7 malam, masih ingat jelas diingatan, perjalanan sejauh itu MAMAmanjujuang (memanggul) beras untuk makan sebulan anaknya yang lagi menuntut ilmu. Sesuatu yang pasti tidak terbanyangkan oleh orang-orang yang memang tidak terpaksa melakukan itu, tapi itulah perjuangan beliau untuk masa depan anak-anak tercintanya.

Mama juga sangat demokratis, kuncinya jelas, jangan pernah melangar aturan agama dan bertanggungjawab atas semua pilihan yang dipilih, kalau saya memilih untuk fokus di bidang ke bidang Insinyuran, adik saya nomor dua ke dunia pendidikan dan yang bontot ke bidang manajemen, full support dari beliau akhirnya mengantarkan kami untuk lebih mudah mengarungi dunia ini.

Bukan dengan maksud mengagungkan hari MAMA, karena memang tidak ada hari-hari terbatas untuk wanita istimewa ini…tapi untuk tetap mengingatkan diri sendiri, bahwa apa yang diraih hari ini semua tak lepas dari peran penuh MAMA…

Semoga kebahagian selalu menyertai MAMA….🙂

  1. Anonymous
    7 July 2011 at 23:52

    yang kuinginkan adalah membahagiakan mama,tak ingin air mata keluar dari mata tuanya….

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: