Home > Kata Hati & Jejak Langkah > Ringkasan Kotbah Idul Adha 1432 H di Lapangan Taman Cimanggu, Bogor, Khatib KH Taufiqurrohman

Ringkasan Kotbah Idul Adha 1432 H di Lapangan Taman Cimanggu, Bogor, Khatib KH Taufiqurrohman

Kotbah Idul Adha 1432 H Masjid Darul Jannah Taman cimanggu

Allahuakbar..Allahuakbar…Allahuakbar..walillahilhamdu..

Seluruh dunia hari ini satu dalam takbir mengakbarkan Allah SWT, mulai dari jairah Arabia sampai ujung nusantara, bertakbir, bertahmid, berTahlil mengagungkan sang pencipta.

Nabi Ibrahim diuji dengan berbagai ujian, mulai dari beliau menjadi pemuda, diuji dengan di bakar dalam bara api, sampai beliau tua, Allah SWT menguji kesabaranbeliau dengan tidak dikaruniai keturunan, tetapi menurut para ulama ujian yang terberat adalah pada saat beliau diperintahkan untuk menyembelih putranya sendiri, setelah beliau dengan sabar menerima segala ujian Allah dan dengan sabar terus berdoa untuk diberikan keturunan sampai hampir penghujung umur beliau.

Pada umur yang sudah lanjut istri pertama beliau Siti Sarah menyuruh untuk mencari istri kembali agar bisa mendapatkan keturunan dan Allah SWT mengabulkan do’a Nabi Ibrahim melalui istri kedua beliau Siti Hajar untuk diberikan keturunan, dan lahirlah Nabi Ismail AS.

Ketika usia Nabi Ismail berumur 13 tahun datang perintah kepada Nabi Ibrahim melalui mimpi sampai 3 malam berturut-turut, Nabi Ibrahim diperintahkan menyembelih Nabi Ismail.

Itulah sejarah awal umat islam di haruskan berqurban, pada waktu itu yang paling gelisah adalah iblis laknatullah, sangat takut jika Nabi Ibrahim melakukan perintah tersebut, karena jika perintah tersebut dilaksanakan Nabi Ibrahim akan jadi kekasih Allah, maka mulai ia menggoda mulai dari Ibrahim, tidak bisa, kemudian ke istri beliau Siti Hajar, pun gagal, dan terakhir ke Nabi Ismail dan gagal juga.

Ketika ibrahim akan melakukan perintah Allah, seluruh malaikat takbir, Allahu akbar, kagum atas keyakinan ibrahim melaksanakan perintah Allah yang datang melalui mimpi, Nabi Ibrahim menjawab Allahu Akbar, dan Nabi Ismail pun menjawab Walillahilhamdu, yang menjadi dasar takbir saat ini.

Nabi Ibrahim lulus ujian, Allah mengganti putranya dengan kibas dari surganya Allah. Nabi Ibrahim pun diberi gelar Al muhlishin.

Setelah peristiwa itu Allah SWT kembali memberikan kebahagiaan kepada Nabi Ibrahim dengan lahirnya Nabi Isqak AS dari istri pertama beliau Siti Sarah,peristiwa ini sekaligus membantah klaim kaum nasrani yang mencoba mengaburkan imam kaum muslimin dengan mengatakan bahwa yang dikorbankan bukan Ismail, tetapi Isqak anak tunggal Nabi Ibrahim, padahal jelas-jelas Isqak lahir sebagai hadiah untuk Nabi Ibrahim dengan ikhlas mengikuti perintah Allah.

Dari Nabi Isqak AS dan Ismail AS diturunkanlah beberapa nabi setelah itu dan Rasulullah SAW merupakan keturunan dari nabi Ismail AS.

Begitulah sejarah perintah qurban yang jelas tercantum dalam Al-Quran dan hadist, bagi umat islam yang sudah mampu berqurban, tetapi tidak menunaikan kewajibannya Nabi Muhammad SAW mengancam, “janganlah dekati tempat shalat kami”, hadis yang lain “jika tidak mau berqurban, matinya akan seperti mati yahudi dan nasrani”.

Semoga bermanfaat..

Bogor, 6-Nov-20011/10 Dzulhijjah 1432H

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: