Home > Kata Hati & Jejak Langkah > Positif di Guanzhou

Positif di Guanzhou

hengyangCerita sedikit yang tersisa dari tanggal 15-24 Juni lalu bersama dengan team IP Suralaya, PLN Jaser dan PLN  Enjiniring saat melakukan Witness Factory Acceptance Test (FAT) Trafo 3 PLTU Suralaya di pabrik TBEA Hengyang Transformer, Provinsi Hunan, China. Hengyang kota kecil sekitar 600 km dari Guangzhou ibu kota Provinsi Guangdong.

China yang tahun 90 masih negara tertutup, tetapi mempersiapkan diri dan segala infrastruktur untuk jadi terbuka, sehingga pada saat keran keterbukaan berlaku, mereka terbang tinggi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia.

Guangzhou merupakan pintu masuk ke China dari sisi selatan, pelabuhan udara Baiyun internasional ada disini. Dari Baiyun International Airtport tersedia beberapa pilihan transportasi untuk menuju ke seantero china, didalam kota Guangzhou sendiri Metro (MRT) menjadi pilihan terbaik sebagai feeder ke segala jurusan, bus yang nyaman juga tersedia untuk berbagai rute. Usahakan tukar uang dan beli kartu telepon di airport, tidak semua area tersedia money changer yang bisa bikin repot sendiri, pengalaman saya, di Baiyun hanya laku US dollar untuk di tukar, Rupiah di tolak..mengenaskan !!!!, untuk SIM card China Telecom bisa di dapat dengan RMB. 100,-.

Kami menggunakan bus menuju East Railway Station untuk menuju ke Hengyang menggunakan kereta cepat CRH railway, dengan kecepatan rata-rata 285-304 km/jam Guangzhou-Hengyang hanya butuh 3 jam saja.

CRH railway

CRH railway

Menginjakkan kaki di Tanah Kungfu Shaolin ini, yang pertama saya coba cari adalah….jaringan internet… dan saya kecewa, kecepatan internetnya seperti di indonesia diwaktu masih GPRS, setelah dicoba explorer, rupanya penyebabnya HP android yang saya gunakan aplikasinya berbasis google, dan google di Blok di sini..🙂 untuk antisipasinya saya coba pakai browser yang terkenal di china Baidu, lumayan kecepatan jadi normal, tapi masalah lainnya, tidak ada versi englisnya !!!🙂

Dan yang membuat saya kagum dan ini salah satu nilai positif terbaik yang saya rasakan di Negara Paman Mao ini adalah, TERBLOKNYA KONTEN PORNOGRAFI di layanan internet umum….. asli indonesia kalah jauh dengan kebijakan ini, dikarenakan youtube, twitter, facebook dan situs-situs yang sudah umum diketahui memiliki konten internet tidak sehat tersebut, memang di blok disini, saya jadi berfikir, mungkin pemerintah indonesia perlu mencontoh ini, walaupun tentu akan jadi bulan2an para pelaku “industri kreatif” seperti yang dilakukan @ernes ke Menkominfo …..🙂

Tetapi yang sedikit mengganggu, walaupun secara teknologi mereka sudah bisa disejajarkan dengan Korsel dan Jepang, secara tabiat dan culture mereka masih tidak berbeda dengan negara berkembang lainnya, tidak adanya keteraturan dalam lalu lintas (cara sopirnya bawa mobil bikin sakit jantung🙂 ), tidak bersih dan terjaganya fasilitas publik, walaupun itu di pelabuhan internasional yang merupakan pintu masuk negara, toilet masih beraroma khas, apalagi fasilitas diselain itu’ lebih parah… tabiat orang2nya masih lebih parah dari Negara Tercinta Indonesia.. saya melihat beberapa kali pertarungan ala Jet Lee di siang bolong dan dikeramaian… Luar biasa… !!🙂

Masjid Besar Hengyang

Masjid Besar Hengyang

Di Hengyang, kami sempat melakukan shalat jum’at di komunitas minoritas Islam Hengyang, menurut informasi yang didapat dengan bahasa “persaudaraan islam”, ada sekitar 1000 orang yang beragama islam dari total sekitar 1 juta penduduk Hengyang, Minoritas memang dan tidak mudah mencari lokasi Masjid ini, tersuruk di pelosok kampung… tapi luar biasa rasa persaudaraannya, kami sempat di jamu makan siang sebelum shalat jum’at yang kebanyakan di hadiri oleh mahasiswa-mahasiswa dari pakistan dan asia selatan lainnya, selain penduduk asli. Dengan komunikasi yang terbatas dapat kami peroleh beberapa informasi bahwa komunitas islam di Hengyang bisa dengan bebas beribadah di rumah ibadah yang sudah ada ijin pemerintah, dan di hengyang cuma ada satu masjid ini..🙂, imam masjid juga yang terdaftar dan tersertifikat oleh pemerintah.

Saya mengira dikarenakan prononsasi china sangat sulit untuk dibawa ke arab, pembacaan alquran oleh imam juga akan berasa dialek hengyang, tetapi rupayanya saya salah….. badan saya menggigil, merinding dan air mata tidak dapat saya tahan saat Imam membaca surat Arrahman, dengan sangat…sangat…sangat fasih…. Subhanallah…. Islam itu Universal dan menyentuh siapapun yang terbuka hatinya…. tidak peduli apapun bahas ibunya, apapun negaranya….

Kekhawatiran akan makanan yang halal menjadi tantangan setiap muslim ke luar negeri di sini sedikit tidak bermasalah, di Pabrik TBEA

Resto Halal

Resto Halal

sendiri disediakan makanan khusus untuk kami dengan jaminan halal dan rasa khas asia, 2  kali sehari, di Hengyang juga ada beberapa Restoran halal dengan warna khas hijau dengan stempel Halal dari MUI China, yang bisa dijadikan alternatif jika malam-malam kelaparan, menu mie goreng, mie lamin dan nasi goreng cukup untuk posri perut Indonesia..🙂 di Guangzhou juga cukup mudah untuk menemukan restoran halal ini, cirinya seragam, warna hijau..🙂

Dari segi infrastruktur, indonesia memang tertinggal 2 generasi dari China, tetapi dari culture dan kemampuan person, boleh jadi indonesia unggul, kita perlu pertahankan ini jika kelak Bangsa ini sudah sejajar dengan bangsa-bangsa maju lainnya, culture indonesia yang toleran dan ramah akan menjadi trade mark bangsa ini…

Beberapa tips perjalan ke China :

  1. Siapkan uang US Dolar dari indonesia
  2. Tukar uang dan beli sim card telpon di Airport
  3. Siapkan aplikasi kamus english-mandarin mulai dari Indonesia, disana susah untuk download
  4. siapkan mental…🙂

Last, saya coba tanyakan ke person-person di level operator dan engineer di TBEA ini, tentang isu  yang  rame di Indonesia dengan adanya PEPPRES tentang penyebutan China dengan Tiongkok, kok malah mereka bingung Tiongkok itu apa…🙂 yang mereka tau… mereka orang china….🙂

This slideshow requires JavaScript.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: