Home > Kata Hati & Jejak Langkah > Kematangan…

Kematangan…

Ijab..

Cukup lama adinda membentuk jiwa dan raga dalam  menunggu sesuatu yang memang ada waktunya. Sendiri.

Cukuplah kiranya segala ilmu yang perlu untuk hidup berdua. Karna kadang waktu lebih hebat dari guru.

Adik kecil abang tersayang..

Agama adalah tuntunan yang sempurna..Alquran menjelaskan wanita itu hadir dari bagian raga prianya. Tulang rusuk yang paling atas dan paling bengkok..pelindung segala isi dalam dada.

Jewantahan dari itu, wanita dituntut jadi palarai jiwa gulana..pelurus sendi-sendi yang tertekuk dari sang pemilik tulang rusuk..terjaga apa yang tinggal, tertunduk kepala pada yang bukan haknya…itulah tanda dalam agama bagaimana harusnya seorang wanita.

Kaji akan berulang, Rasulullah pernah bersabda, “kalaulah antar manusia boleh sujud merendah, maka aku akan perintahkan istri sujud pada suaminya”..tegas..garisnya jelas..istri adalah hak sepenuhnya dari suami..

Segala pinta dan pinto dari junjungan tiada alasan untuk menolak..asalkan tidak keluar dari garis yang telah di tetapkanNYA.

Rela dan redho pemilik tulang rusuk..adalah jalan adinda mengetuk surgaNYA, tiada pintu yang berkenan membuka  jika junjungan adinda nestapa karena adinda…

Adinda..tiada hidup berdua dengan isi kepala dan isi dada berbeda melainkan kadang kala beda itu bersinggungan, jika itu menerpa..tundukkanlah kepala sejenak….kuncilah sementara rapat-rapat lidah yang kadang tidak bertulang..urut dadamu adinda..sedalam mungkin….agar jangan sampai ada terlontar dari mulutmu yang membuat isi dada junjunganmu merana.. karena itulah pangkal bala dalam rumah tangga..

“Isi kamarmu” hanya milik kalian berdua…tiada seorangpun diluar sana yang berhak untuk dibagi kepadanya…sedapat mungkin simpanlah ia…kunci dan rantai hanya untuk kalian berdua..camkan dalam dada bahwa apapun yang terjadi berkeluh berkesahlah berdua… Karena yang ke tiga siapapun ia kadang kala akan jadi duri dalam langkah rumahtangga adinda…baik itu darah sendiri..

Tetapi jika memang ada beban tiada tertanggung..walau itu mustahil adanya karna Sang Pencipta sudah menjamin dalam kalamnya bahwa “Allah tidak akan membebani manusia diluar kemampuannya”….kembalilah ke akar darah dan jiwamu…dengan tetap berazzam bahwa tiada masalah tanpa jalan untuk keluar…

Kori..azzamkanlah dalam dada…selain bhakti ke papa mama…bhakti ke junjunganmulah penyelamat adinda didunia dan diakhirat kelak…berbhaktilah…

Adinda Buya…

Tiada terkira rasa dalam dada saat adinda melewati satu proses “meminta”…pinta berlaku…Allah menetapkan jalannya..

Seharusnya keluar tanya, adinda siapa, dari mana, anak siapa, kemenakan siapa, kerja apa, kenapa berani meminta adinda…harusnya itu keluar…tetapi Allah memudahkan…agama adalah dasar utama untuk mengiyakan ..adinda tau itu…
Satu dari puncak gunung..satu dari tepi danau..alam tumbuh berbeda walau pada suatu waktu di masa lampau mungkin alam adinda pernah bersinggungan…pasti perbedaan itu kasat..baik dimata mungkin juga di jiwa..adinda belum kenal dan akan baru saling mengenal..jadilah laki2..yang jadi imam untuk proses saling kenal ini..

Kita lelaki berfikir sebelum bertindak..itu sunnatullaunya..berbeda dengan wanita yang kadang merasa dulu baru bertingkah..makanya adinda perlu arif..kadang kita tidak bisa hanya mengutamakan fikir mengenyampingkan rasa dalam menghadapi wanita…perlu seimbang…tarik ulur selayaknya main layang2 kata orang tua2…

Wanita ada dari tulang rusuk…yang melindungi isi penting dalam dada…pelindung akan melindungi dengan maksimal jika posisinya ditempatkan ditempat yang seharusnya..tulang rusuk tetaplah harus tulang rusuk…jangan sampai terbesit dalam hati untuk mengubahnya jadi tulang punggung..sunnatullahnya berubah..tidak seimbang hidup..

Dari tulang rusuk yang paling atas paling bengkok..detail Rasululullah mengabarkan tentang penciptaan wanita…kalau ia tidak diluruskan.dia akan senantiasa bengkok…tapi jika terlalu kuat dan dipaksa untuk lurus..ia akan patah berderai…luruskanlah ia dengan didikan berdasar landasan agama…beransur ansur…percayalah itu benar adanya..

Adinda buya…

Kori tumbuh tanpa tau siapa itu ayah…3.5 tahun saat Papa tak lagi ada..meraba dan merasa dari angan sendiri..ayah itu..begini dan begitu..mencari2 sosok dan dicocok2an..yang terdekat mungkin abanglah sosok itu…jadi maklumi dan maafkan kalau abang kurang dalam mendidik…karna hanya sebatas ilmu yang abang punya..adindalah yang teruskan didikan itu…tanpa batas…

Tapi..kori tumbuh lekat lama dengan mama…bahkan dari kami berdua ialah yang ada mewarisi sifat mama…mama ditinggal papa masih sangat muda…kesetianlah yang jadi sumber energi hidup beliau sampai akhir menutup mata…insya Allah itu meresap dalam dalam sanubari kori… Pupuklah..

Akhirnya…abang hanya bisa berdoa..semoga Allah meridhoi dan merahmati rumah tangga adinda berdua…

Kampung, 24 Februari 2017 /

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: