Home > Kata Hati & Jejak Langkah > Idhul Adha 1440H/2019 Masjid Raya Taman Cimanggu Bogor

Idhul Adha 1440H/2019 Masjid Raya Taman Cimanggu Bogor

Masjid Raya Taman Cimanggu

Cuaca lembut dan sejuk Minggu, 11 August 2019, berdepatan dengan 10 Dzulhizah 1440H. Ketua DKM Masjid Raya Taman cimanggu, melaporkan bahwa tahun ini kurban di taman Cimanggu meningkat, 24 ekor sapi dan 42 ekor kambing/domba. Yang akan mulai dipotong setelah shalat ied.

Khatip dan imam adalah H. Edi Tanjung Phd, dosen pasca sarjana Universitas Ibnu Chaldun Bogor.

Allahuakbar..Allahuakbar…Allahuakbar..walillahilhamdu..

Kata qurban secara harfiah artinya mendekat, mendekat pada Allah SWT. Berkurban diawali dari kisah dua anak Nabi Adam AS, Habil dan Kabil yang kurbannya Habil diterima dan kurban Kabil tidak diterima, qurban yang diterima hanya dari orang yang bertaqwa.

Qurban tidak related dengan kekayaan, di asia selatan orang-orang miskin pun berqurban, karena yang dipanggil adalah ketaqwaannya, dengan menabung selama setahun sebagai bukti kecintaan kepada Allah.

Berqurban juga bukan masalah harta, tapi karena kemauan.

Qurban sudah mulai dari manusia pertama yaitu Adam AS. Nabi Nuh AS setelah banjir besar melanda, menyediakan tempat untuk menyembelih qurban. Sampai Kisah Nabi ibrahim dan nabi ismail yang sudah mahsur.

Hikmah qurban bagi muslimin indonesia, ditengah ekonomi sulit dan indikasi pepercahan umat, mari bermuhasabah, kita perlu kesalehan sosial bukan hanya kesalehan individu. Kesalehan sosial akan membuka reski dari langit dan bumi, syaratnya adalah persatuan ummat.

Hikmah kedua adalah semangat berbagi, berbagi ini menjadikan kebahagiaan, secara makro akan meningkatkan ekonomi.

Hikmah ketiga, jangan kasihan dalam menjalankan perintah Allah SWT, kuncinya adalah menempatkan Allah diatas segala-galannya. Iman yang ada dada kita adalah harta terbesar bagi kita.

Hikmah keempat adalah pengorbanan Siti hajar, pengorbanan seorang ibu. Dari istana ikhlas pindah ke tanah tandus, karena ketaqwaan.

Hikmah terlahir, belajar dari ketaqwaan Nabi Ismail yang rela disembelih. Orang tua harus mengajak dan menhajarkan anak-anaknya untuk kebaikan sejak dini, mengajak anak laki-laki untik selalu berjamaah di masjid, mengajak anak-anak perempuan selalu menutup aurat. Pelajaran sejak dini akan memperkuat iman selayaknya Nabi Ismail AS.

Semoga Allah menguatkan hati dan semangat kita untuk memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anak kita agar kelak tumbuh dengan iman dan taqwa selayaknya Ismail AS kecil.

Allahuakbar.. walillahilhamdu..

Taman Cimanggu, 11 Agus 2019/10 Dzulhizah 1440H.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: