Tahun 80an arus globalisasi terasa kuat di Indonesia, hal itu bisa terlihat dari gaya hidup waktu itu, foto-foto dan budaya orang tua kami, terutama mama menambah keyakinan akan itu. Dari pakaian misalnya, beberapa foto mama dan papa waktu muda memperlihatkan penampilan yang global, papa banyak befoto dengan celana pantovel, baju bersanding licin, rapi. Juga suka…
Mama dan nak bujang Part-18: literasi karna mama
Saya mulai bisa membaca kelas 2 SD, kalau dikampung kami itu termasuk sudah luar biasa karena kami tidak menjalani pendidikan pra SD, tidak ada TK dikampung kami tahun 1990an. Bahkan sarana pendidikan hanya sampai SD dan satu-satunya. Sejak bisa membaca, hasrat literasi menggebu dan tak terbendung, syukurnya itu didukung penuh oleh mama dengan mensuplai berbagai…
Mama dan nak bujang Part-17: Pak Mantari
Dikisah-kisah sebelumnya saya beberapa kali menyinggung betapa traumanya saya dengan Pak Mantari, tenaga kesehatan bagi nagari, bukan dokter atau perawat, entahlah posisinya waktu itu apa dalam dunia kesehatan saat ini. Kisah ini berawal saat saya mungkin umur 9 tahunan, belum sunat. Saat itu mulai ada puskesmas di kampung kami, yang jadi fasilitas kesehatan pertama di…
Mama dan nak bujang Part-16: bataguran..
Di kampung saya dulu, mungkin sampai sekarang masih ada , satu kebiasaan yang hampir di percaya oleh sebagian besar warga, termasuk mama saya yaitu”bataguran” atau “kanai taguran”. Ya, satu kepercayaan mungkin berakar dari animisme dulu, jika kita sakit “orang pintar”akan memeriksa dengan potong ayam jantan hitam kemudian dari situ di diagnosa, “ini kanai taguran di…
Ied Adha 1441 H, Kutorejo Kepahiang.
Ied Adha 1441H bertepatan dengan hari jumat, 30 Juli 2020. Kami sekeluarga merayakan dan mengikuti shalat ied di Masjid Baitul Izzah, Pesantren Baitul Izzah, Kutorejo Kepahiang, Bengkulu. Pimpinan Ust Ramawansyah, SH, LLM. Adek kami. Imam dan Khotib, Ust Iwan, biasa beliau dipanggil. Alumni Universitas Andalas dan IIUM Malaysia, mengingatkan kembali, bahwa bulan ini masuk salah…