Home > Kata Hati & Jejak Langkah > Solok – Batu Bajanjang nagari pemanggil pulang

Solok – Batu Bajanjang nagari pemanggil pulang

Setelah semalam di rumah adek di Kota Solok, Selasa 14/8/2012 lanjut ke tanah kelahiran, Jorong Kapalo Koto Nagari Batu Bajanjang, kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, salah satu nagari yang masih terisolir di Sumatera barat, awal agustus lalu sempat tayang di metro TV dalam acara Jurnalis On Duty, walau terisolir tetapi selalu memanggil pulang.

Uni Fathi benar-benar menyerah, tidak mau naik mobil, akhirnya terpaksa bawa

Uni Fathi di perjalanan

motor di temani sama maminya (adik saya yang paling kecil), jam 10.00, 15/8/2012, mulai start perjalanan yang sebenarnya sangat ditunggu-tunggu, berjalanan naik turun gunung yang masih banyak belum terjamah manusia.

Pelan-pelan, baru masuk negeri Simanau, negeri pertama di Tigo lurah jika melewati jalan dari sirukam, jam 13-an, shalat zuhur sambil menunggu fortuner yang juga sama, kecepatan tidak bisa lebih dari 35 km/jam, dikarenakan jalan sempit dan banyak pengendara motor yang tiba-tiba nongol di tikungan. Nagari Simanau ini terdapat disepanjang lereng bukit sehingga tidak ada dataran disana, jika dilihat dari jalan atas, sungguh indah menentramkan mata, perumahan diantara padi yang menghijau, daerah ini menjadi tempat paforit untuk hunting foto-foto indah, dari dulunya Simanau ini selalu menjadi partner tanding Batu Bajanjang untuk disegala bidang, kedua nagara sama-sama tidak mau kalah, saat ini Simanau cukup berkembang pesat, terutama kualitas SDMnya, sudah banyak tamatan universitas yang membangun nagarinya. Masih ingat waktu SD, cewek-cewek

Nagari Simanau

Simanau merupakan incaran dari pemuda-pemuda Batu Bajanjang, biasanya ketemu pada saat upacara 17 Agustusan atau ujian akhir sekolah, sebaliknya pemuda-pemuda Batu Bajanjang juga jadi inceran cewek-cewek Simanau, walapun pada prakteknya tidak peernah ada yang menyatu🙂

Pendakian kasiak baro

Dari sirukam ke aia busuak, air busuak ini merupakan tempat pemberhentian pertama dulunya pada masa masih jalan kaki, saya waktu SD dan SMP masih sempat merasakan perjalanan tracking naik gunung turun lurah untuk sekolah keluar,  sebelum akhirnya jalan tembus ke Batu Bajanjang sekitar tahun 1988 – 1993, waktu itu jika sudah sampai ke Aia Busuak, terasa lepas dari dalam belantara, sudah kelihatan mobil hardtop yang waktu itu masih jadi barang sangat langka,  aspal lama sudah mulai mengelupas, sehingga

Pemandangan di Persawahan Simanau

perjalanan benar-benar tidak bisa diburu karena jalan banyak berlobang dan berkerekil, tetapi dari Air Busuak ke Simanau jalan barusan di aspal licin, tetapi malah lebih berbahaya, jalan sempit motor banyak yang kencang khas orang pedalaman bawa motor🙂, klakson setiap tikungan jadi keharusan.

Rumah gadang dan rangkiang

Jam 2 an masuk ke jorong kapujan, nagari rangkiang luluih, negeri kedua yang dilewati di Tigo lurah, dari nagari ini ada dua persimpangan, ke Nagari Sumiso dan Nagari Batu Bajanjang, dari Simanau jalan sudah mulai jalur tanah, belum beraspal, tetapi sudah tidak ada jalan yang rusak parah seperti waktu pulang tahun lalu. Nagari Rangkiah Luluih ini punya cerita sendiri kenapa dinamakan Rangkiang Luluih, Rangkiang adalah rumah kecil bergonjong di sampiang rumah gadang, biasanya digunakan untuk menyimpan hasil panen dalam satu masa panen, sedangkan luluih merupakan bahasa minang yang arti katanya  lolos, tetapi pengertiannya harfiahnya adalah jatuh kebawah atau masuk kedalam satu lobang tanpa

Kapujan dari atas

Sudut Nagari Rangkiang Luluih

hambatan, nah Rangkiang Luluih maksudnya adalah tempat penyimpanan hasil panen yang masuk kedalam tanah, hilang begitu saja, ceritanya dulu kala di area tersebut sebuah rangkiang yang semalamnya masih ada tiba-tiba hilang tanpa bekas beserta semua isinya, cerita orang tua-tua begitu, perlu penelitian ilmiah untuk mengetahui rangkiang ini hilang ditelan tanah.

Jam 14.30 masuk Jorong Bancah Laweh masih masuk Nagari Rangkiang Luluih, Bancah itu artinya sawah yang dalam laweh itu luas, harfiahnya sawah dalam yang luas, ada keunikian tersendiri di jorong ini, dikarenakan belum ada listrik masyarakat berimprofisasi dengan listrik sendiri menggunakan kinci air, ditulisan tersendiri akan kita bahas inovasi energi mandiri di Tigo Lurah, diujung Jorong banca laweh masuk pasar lubuk Pauah, merupakan pasar terbesar di Tigo Lurah yang hari pasarnya adalah hari rabu, dulu waktu masih kecil-kecil, hari libur resmi sekolah adalah hari Rabu, bukan hari minggu karena hari Rabu itu Pasar yang rame🙂, Pasar Lubuak Pauah ini merupakan Pintu masuk negeri Batu Bajanjang, pengelolanya adalah pemerintah Nagari Batu Bajanjang.

Tempat Paling Nyaman sedunia, tempat tumbuh

Akhirnya jam 16.15 masuk Nagari tercinta, tempat saya dilahirkan, negeri yang selalu pemanggil pulang, Batu Bajanjang, kita bahas tesendiri asal usul Batu Bajanjang ini nanti🙂, sebuah lagu yang diciptakan kakek saya menggambarkan Nagari ini, “Batu Bajanjang di tengah-tengahnya mengalir batang Palangkih, bersimbul sekolah dasar ” jadi negeri hanya sepanjang Batang (sungai) Palangkih yang diujungnya ada sekolah🙂 saat ini sekolah sudah ditengah-tengah.

Welcome home…!!!!

 

This slideshow requires JavaScript.

  1. Herry
    19 November 2012 at 15:40

    Semangat buk,,,,syukur2 nagari2 dikecamatan tigo lurah ndak jadi nagari trisolir lai,,,mari kito bangun nagari kito ko,,,Simanau,,Rangkiang Luluih,,,Sumiso, Batu bajanjang n Garabak data,,,nan paliang pantiang bana Infrastruktur jalan , Listrik dan telekomunikasi,,,

    • 19 November 2012 at 15:45

      Insya Allah p herry…:-)

      Wassalam & Thanks,

      ANTON PANE +62 812 1310 1483

  2. Herry
    19 November 2012 at 15:41

    Tarimo kasih lah meposting Nagari awak ko,,,Rindo lo wak pulang ka kampuang,,,

    • 30 December 2014 at 07:14

      Dima kampuang Herry?🙂

  3. bpiliang
    22 September 2013 at 13:25

    Nagari nan elok, damai dalam kesunyian, hari ke2 Lebaran kemarin (2013), kami rombongan dr masjid Nurul Huda Cupak Solok, mengadakan perjalanan k nagari Rangkiang Luluih, Batu Bajanjang, Simanau. Kami mengambil rute sungai nanam belok kiri dr arah sirukam, sungguh perjalan rohani yg mengagumkan, kuasa Allah sungguh tak hingga…..dibalik bukit ada bukit..dst, 1 jam perjlnan yg mendebarkan….dg lurah nan sgt dalam n bukit yg tinggi, kami 5 motor mampir shalat Dzuhur d masjid Nurul Huda Rangkiang Luluih, sayang sepi, tak ada adzan yg berkumandang, kondisi masjid jg bkn hati menangis….mudah2an jd perhatian bg perantsunya

    • 23 September 2013 at 06:13

      Betul sanak…itu masalah utama di kampung kini..

  4. wardanti
    13 November 2014 at 20:12

    Alhamdulillah..lah adalo posting nagari wak yo.yo taragak lo ambo pulkam dek nyomudah2an bisuak ado lo organnsasi rang simanau ko tuak mambangun kampuang wak ko yo!

  5. Anonymous
    17 April 2015 at 14:56

    mantap

  6. Anonymous
    1 December 2016 at 01:30

    mohon maaf uda/uni bisa minta contatc personnyo. awak nak tau lebih dalam nagari batu bajanjang ko,

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: